Kejar Target Kesehatan, DKPPKB Sulbar Desak Jajaran Bergerak Cepat dan Terukur

waktu baca 2 menit
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim memberikan arahan kepada jajaran.

Sulbar – Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menekan jajarannya agar meningkatkan respons terhadap isu kesehatan sekaligus mempercepat capaian program prioritas.

Langkah ini menjadi bagian dari penguatan kinerja layanan dasar di daerah. Arahan itu ia sampaikan dalam apel pagi, Kamis, 26 Maret 2026, sebagai tindak lanjut instruksi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Fokus utama tertuju pada ketepatan respons dan percepatan penanganan persoalan kesehatan di lapangan.

“Seluruh jajaran harus peka dan responsif terhadap isu-isu kesehatan yang muncul. Ini penting supaya penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat,” ujar dr. Nursyamsi.

Ia menegaskan, setiap program harus berjalan secara terarah dan terukur. DKPPKB Sulbar kini mengakselerasi sejumlah agenda prioritas, antara lain peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, percepatan penurunan stunting, dukungan program Makan Bergizi Gratis, serta perluasan cakupan jaminan kesehatan.

Selain fokus daerah, pihaknya juga mempercepat implementasi program strategis Kementerian Kesehatan. Program itu mencakup layanan cek kesehatan gratis, pengendalian tuberkulosis (TBC), hingga peningkatan mutu rumah sakit dalam kerangka Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Menurut Nursyamsi, keberhasilan tidak hanya bergantung pada target, tetapi juga pada kekuatan kolaborasi lintas program. Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi kunci agar capaian lebih efektif.

“Program-program ini harus berjalan beriringan dan saling menguatkan. Dengan kerja yang terukur dan kolaboratif, kita optimistis target pembangunan kesehatan bisa tercapai,” katanya.

Ia menambahkan, komitmen aparatur menjadi penentu kualitas layanan. Tanpa kesiapan dan kecepatan bertindak, manfaat program tidak akan optimal bagi masyarakat.

DKPPKB Sulbar menargetkan layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas, dengan pendekatan responsif terhadap dinamika di lapangan. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat perbaikan indikator kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

error: Content is protected !!