Kesbangpol-Korem 142 Satukan Peta Risiko ATHG, Perkuat Sinergitas Perketat Kesiapsiagaan
Mamuju – Kesbangpol Sulbar memperkuat sinergitas Korem 142/Tatag guna membaca peta risiko dan mengantisipasi potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG).
Langkah itu mengemuka dalam pertemuan koordinatif antara Kepala Kesbangpol Sulbar Muh. Darwis Damir dan Komandan Korem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono, pagi tadi. Forum tersebut menajamkan pemetaan risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas dan ketertiban masyarakat.
Pembahasan keduanya cukup alot dan kompleks. Mereka tidak lagi memandang secara parsial ancaman sosial, gejolak politik, dan bencana alam. Semua menyatu secara komprehensi sebagai potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG). Perlu mendapat atensi dan upaya antisipasi serius.
Fokus pembahasan tidak berhenti pada dinamika keamanan. Risiko bencana alam menjadi topik yang menguras pemikiran. Musim hujan membawa potensi banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sulbar. Dampaknya bukan sekadar kerusakan fisik, tetapi juga gangguan sosial dan keamanan.
Darwis Damir menegaskan, kewaspadaan nasional menuntut pendekatan menyeluruh. Faktor sosial, politik, dan alam harus terbaca sejak awal agar respons tidak terlambat.
“Setiap potensi kerawanan, baik yang bersumber dari dinamika sosial, politik, maupun bencana alam, perlu dipetakan sebagai bagian dari ATHG. Dengan sinergi bersama TNI, langkah antisipasi dapat dilakukan lebih dini dan terkoordinasi,” kata Darwis.
Ia menyebut kolaborasi lintas institusi sebagai kunci menjaga Sulbar tetap stabil dan tangguh menghadapi tekanan situasi yang cepat berubah. Komunikasi intensif antaraktor keamanan menjadi fondasi pencegahan, bukan sekadar reaksi setelah masalah muncul.
Brigjen TNI Hartono memastikan TNI siap memperkuat barisan pemerintah daerah. Ia menilai sinergi Forkopimda menentukan kecepatan dan ketepatan respons saat potensi gangguan muncul.
“Koordinasi yang solid antarunsur Forkopimda akan memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai potensi gangguan. Baik dari aspek keamanan maupun akibat bencana,” pungkas Brigjen TNI Hartono.





