Lewat Pengukuhan Duta Muda, BPJS Kesehatan Perkuat Literasi JKN hingga ke Pelosok Nusantara
Mamuju – Riuh tepuk tangan dan senyum semringah mewarnai pengukuhan belasan pelajar sebagai Duta Muda BPJS Kesehatan tahun 2025, malam tadi (19/11).
Mereka bukan sekadar peraih selempang penghargaan. Namun, sebagai penggerak baru literasi kesehatan bagi kalangan generasi muda di nusantara.
Komunikasi yang elegan dan menyenangkan menjadikan peran mereka sangat krusial. Tidak heran, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti menyebut mereka sebagai agent of change.

Ghufron menegaskan, program tersebut bukan ajang seremonial belaka. Ia berharap, para duta muda benar-benar turun ke tengah masyarakat, mengenalkan, dan menghidupkan kembali pemahaman tentang program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang hingga kini sudah melindungi 282 juta masyarakat Indonesia.
“Banyak yang belum tahu. Di sinilah peran strategis Duta Muda BPJS Kesehatan. Mereka bisa membuat yang tidak tahu menjadi tahu,” kata Ghufron saat menyampaikan sambutannnya di Malam Penganugerahan Duta Muda BPJS Kesehatan di Jakarta.
Ghufron mengakui tantangan BPJS Kesehatan tidaklah mudah dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan, berkualitas, dan berkelanjutan. Olehnya, kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan.
“Termasuk para Duta Muda BPJS Kesehatan ini,” ucapnya.
Menurut Ghufron, keunggulan mereka sebagai key opinion leader menjadi jembatan agar edukasi JKN terasa lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh teman sebaya hingga masyarakat di sekitarnya.
“Nilai-nilai inisiatif, integritas, kolaborasi, pelayanan prima, dan inovatif adalah fondasi kerja seluruh Duta Muda BPJS Kesehatan,” tuturnya.
Tahun ini, sebelas finalis hadir menerima penganugerahan. Satu finalis lainnya berhalangan hadir. Meski jumlahnya tak banyak, Ghufron menyebut mereka sebagai representasi dari ratusan anak muda lain yang peduli pada isu kesehatan nasional.
Dalam perjalanan seleksi, kata Ghufron, para finalis memperlihatkan kemampuan mereka menyusun kampanye kreatif, solusi komunikasi publik, hingga advokasi sosial.
Upaya itu membuktikan bahwa literasi kesehatan dapat dibawakan dengan cara yang segar dan relevan.
“Malam ini adalah langkah awal dari perubahan besar yang akan adik-adik bawa bagi bangsa,” tandas Ghufron menutup sambutannya.
Penganugerahan malam itu bukan hanya panggung apresiasi, tetapi penanda lahirnya energi baru. Generasi muda siap menghidupkan literasi JKN dari kota hingga pelosok desa.
Dengan tekad yang mereka bawa pulang, para Duta Muda BPJS Kesehatan kini mengemban tugas penting. Tidak hanya menyandang status, tetapi menjadi jembatan informasi, juru edukasi, sekaligus wajah baru program JKN yang lebih dekat dan lebih mudah dipahami masyarakat.



