Lima Sekolah Disasar, Ditlantas Polda Sulbar Tekan Risiko Kecelakaan Lewat Program BTH

waktu baca 2 menit
Personel Ditlantas Polda Sulbar ketika memberikan edukasi tertib berkendara kepada palajar di Kabupaten Mamuju.

Mamuju – Angka kecelakaan lalu lintas kerap berawal dari kebiasaan kecil yang terabaikan, helm tak terpakai hingga aturan yang terabaikan.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat memilih jalur pencegahan dengan menyasar pelajar melalui program Bulan Tertib Helm (BTH). Fokusnya pada lima sekolah menengah yang rawan karena tingginya mobilitas siswa.

Program ini berjalan serentak di wilayah Mamuju. Polisi memanfaatkan upacara pagi sebagai ruang edukasi langsung, tanpa pendekatan formal yang berjarak. Sasaran utama meliputi SMA 2 Mamuju, MAN 1 Mamuju, SMA 3 Mamuju, SMKN 1 Mamuju, dan SMA 1 Mamuju. Kelima sekolah itu merepresentasikan kelompok usia yang mulai aktif berkendara, sekaligus paling rentan terhadap kecelakaan.

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sulbar AKBP Anindhita Rizal menekankan perubahan perilaku sebagai inti program. Ia menyoroti kebiasaan berkendara remaja yang kerap menyepelekan risiko di jalan.

Penekanan utama tertuju pada penggunaan helm berstandar SNI, kelengkapan kendaraan, serta kepatuhan terhadap rambu lalu lintas. Polisi tidak hanya menyampaikan larangan, tetapi mengaitkan setiap pelanggaran dengan konsekuensi nyata yang sering berujung fatal.

Pendekatan itu juga menyertakan tindakan simbolik yang bersifat edukatif. Polisi menyerahkan helm SNI kepada perwakilan siswa dan guru. Pesan ini sederhana namun tegas, keselamatan harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar imbauan sesaat.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulbar Kombes Pol Nurhadi Ismanto menilai pelajar sebagai titik krusial dalam peta keselamatan lalu lintas.

“Kita ingin menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini, sehingga ketika mereka menjadi pengguna jalan raya aktif, budaya tertib berlalu lintas sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Nurhadi, Bulan Tertib Helm tidak berhenti pada penggunaan helm. Program ini juga menekan edukasi teknik berkendara aman, kepatuhan administrasi kendaraan, serta penolakan terhadap perilaku berisiko seperti balap liar.

error: Content is protected !!
Play sound