Literasi for Humanity dan Dispusip Mamuju Gelar Diskusi Spesial HUT ke-80 RI: Membedah Gagasan Pendiri Bangsa
Mamuju – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, sebuah inisiatif unik dilakukan di Kabupaten Mamuju.
Alih-alih menggelar lomba, komunitas Literacy for Humanity bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Mamuju mengajak masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang lebih mendalam: bedah pemikiran para pendiri bangsa.
Melalui program “Kelas Kecil Pikiran dan Gerakan Pendiri Bangsa”, diskusi terbuka ini akan mengupas tuntas gagasan-gagasan krusial dari empat tokoh sentral: Moh. Hatta, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, dan Sukarno.
Acara ini menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hasil yang instan, melainkan buah dari pertarungan gagasan dan pemikiran yang mendalam.
Founder Literacy for Humanity, Syafri Arifuddin Masser menegaskan, Indonesia adalah negara yang lahir dari pergolakan pikiran. Bukan negara yang tiba-tiba ada, tetapi ada gagasan-gagasan yang terus bertarung untuk mencapai konsep bernegara yang paripurna dan ideal.
“Gagasan itulah yang akan kita bicarakan melalui program Kelas Kecil Literacy for Humanity bersama Dispusip Mamuju yang akan mengulas pikiran dan gerakan 4 orang tokoh pendiri bangsa: Hatta, Tan Malaka, Sjahrir, dan Soekarno,” ujar Syafri, Minggu, 13 Agustus 2024.
Diskusi akan berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai 13 hingga 16 Agustus 2025, di halaman Perpustakaan Mamuju pukul 16.00 WITA. Setiap sesi akan fokus pada satu tokoh, mengulas ide-ide besar mereka, mulai dari konsep kedaulatan rakyat hingga strategi politik dan ekonomi.
Berikut adalah jadwal lengkapnya:
- Rabu, 13 Agustus: Kedaulatan Rakyat, Otonomi, dan Demokrasi – Moh. Hatta
- Kamis, 14 Agustus: Gerilya, Politik, dan Ekonomi – Tan Malaka
- Jumat, 15 Agustus: Pemikiran dan Kiprah – Sutan Sjahrir
- Sabtu, 16 Agustus: Pikiran dan Perjuangan – Sukarno
Acara ini terbuka untuk umum dan gratis, menjadi ruang inklusif bagi siapa saja yang ingin memperkaya wawasan tentang sejarah dan filosofi di balik berdirinya Republik Indonesia.
“Acara ini terbuka untuk siapa saja. Bebas dan gratis. Silakan datang dan mari berdiskusi,” ucapnya.
Dengan diskusi ini, kita diajak merayakan kemerdekaan dengan cara yang lebih esensial: menghargai gagasan yang membentuk fondasi bangsa. Ini adalah undangan untuk menyelami pikiran para pahlawan yang telah berjuang, sebuah perayaan yang sangat mendalam dan bermakna.





