Malaria dan Demam Bardarah Mengintai, Dinkes P2KB Sulbar Perkuat Pencegahan Tekan Lonjakan Kasus

waktu baca 2 menit
Entomolog Dinas Kesehatan P2KB Sulbar, Irwan Adi Putra

MamujuMusim hujan kembali membuka ruang bagi ancaman penyakit klasik akibat gigitan nyamuk, seperti malaria dan demam berdarah.

Pemprov Sulbar cukup sadar akan risiko itu. Melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Sulbar, pemerintah mulai memasifkan langkah pencegahan untuk menekan lonjakan kasus.

Penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk cukup variatif. Parasit plasmodium dari nyamuk anopheles memicu malaria. Sementara virus dengue dari gigitan nyamuk aedes aegypti menularkan penyakit demam berdarah dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dinkes P2KB mengerahkan langkah teknis yang lebih agresif untuk menekan kasus ini. Tim melakukan pemantauan mingguan. Fokusnya pada wilayah berisiko tinggi. Petugas juga mempercepat penyelidikan epidemiologi, memperketat penanganan kasus, serta mendorong edukasi publik agar warga mampu memutus rantai penularan sejak dari rumah.

Namun, kerja lapangan tidak selalu mulus. Entomolog Dinas Kesehatan P2KB Sulbar, Irwan Adi Putra, menyebut sejumlah celah masih muncul dalam sistem pengendalian.

“Beberapa wilayah mengalami keterlambatan PE. Selain itu, pemetaan daerah reseptif dan kepadatan vektor nyamuk masih perlu diperkuat. Termasuk peningkatan mutu laboratorium melalui uji silang, penguatan monitoring dan evaluasi program melalui on the job training (OJT), serta surveilans migrasi,” kata Irwan, Minggu (1/1).

Kondisi itu membuat dinas memfokuskan perhatian pada pembenahan surveilans. Kapasitas petugas kesehatan terus diperkuat agar respons terhadap kasus tidak tersendat di tahap awal. Kecepatan deteksi menjadi kunci, terutama saat curah hujan mempercepat siklus hidup nyamuk.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan peran masyarakat sama pentingnya dengan intervensi pemerintah.

Ia meminta warga aktif menjaga kebersihan lingkungan, meniadakan genangan air, dan tidak menunda pemeriksaan kesehatan saat gejala muncul.

Musim hujan baru mulai, tetapi ancaman sudah bergerak. Di Sulbar, pertarungan melawan nyamuk kini berlangsung setiap hari—di laboratorium, di lapangan, dan di halaman rumah warga.

 

error: Content is protected !!
Play sound