Mencegah Luka yang Tak Terlihat: Pentingnya Self-Care untuk Anak SMP
Self-Care merupakan tindakan yang dilakukan individu untuk menjaga kesehatan fisik, mental, emosional. Self care juga dapat diartikan sebagai cara individu untuk mengembangkan diri, memperhatikan kehidupan dan lingkungan di sekitarnya serta meningkatkan kualitas dan keseimbangan hidup secara keseluruhan.
Seringkali seseorang tidak bisa mengelola emosi, stres dan cara membangun ketahanan mental yang berakibat melampiaskan kepada cara yang tidak sehat, seperti melakukan self-harm. Apalagi untuk usia anak SMP masih memiliki pemikiran yang labil dan emosi yang naik turun. Dengan self-harm mereka dapat melampiaskan rasa emosi seperti marah, kecewa, frustasi, sedih dan sebagainya.
Self-harm adalah perilaku atau tindakan yang dilakukan seseorang untuk menyakiti dirinya sendiri secara sengaja, biasanya sebagai cara untuk mengatasi atau meredakan rasa sakit emosional atau psikologis. Meskipun tidak selalu bertujuan untuk bunuh diri, self-harm sering kali terkait dengan perasaan putus asa, stres, kecemasan, atau trauma emosional.
Penting untuk dicatat bahwa self-harm adalah masalah serius yang memerlukan perhatian dan dukungan. Jika seseorang mengalami perilaku ini, sangat disarankan untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental seperti psikolog atau psikiater. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja khususnya SMP mengenai pentingnya self-care serta dampak yang ditimbulkan dari perilaku self-harm.
Dalam upaya tersebut mahasiswi Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK) mengadakan sosialisasi yang ditujukan kepada siswa-siswi SMP 2 Undaan Kudus, Kecamatan Undaan, Kudus, Selasa 5/11/2024. Dalam penyampaian materi yang disampaikan mahasiswi PKL Fakultas Psikologi melalui presentasi, siswa-siswi memberikan informasi mengenai faktor pendorong dilakukannya self-harm.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa-siswi mencoba memperhatikan lingkungan kelas dan ada beberapa siswa yang melaporkan tindakan self-harm yang dilakukan temannya dan didukung oleh teman-teman yang lain. Salah satu siswi menyampaikan bahwa “Ketika merasa tertekan, aku melakukan self-harm karena tidak ada pelampiasan yang membuat tenang selain melakukan hal tersebut.”
Sosialisasi ini diakhiri dengan sesi diskusi, tanya jawab dan sharing berbagi pengalaman dalam menghadapi self-harm. Mereka diajak untuk meningkatkan edukasi bagi sekitar yang sedang mengalami self-harm dan diharapkan bagi siswa-siswi untuk memperhatikan dirinya dengan lebih baik ke depannya.
Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat SMP 2 Undaan dan dapat menjadi langkah awal dalam terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, damai dan harmonis. Mahasiswi PKL Fakultas Psikologi UMK berharap bahwa dengan adanya sosialisasi ini dapat memberikan kesadaran dalam mengontrol emosi dan menjaga kesehatan mental pada masyarakat sekolah.
Penulis
- Julia Ayu Irawan
- Dentamara La Viera Brilliany





