Operasi Keselamatan Marano dan Upaya Kepolisian Tepis Jalan Pulang Berujung Kabar Duka

waktu baca 3 menit
Suasana apel gabungan persiapan Operasi Keselamatan Marano 2026 Polda Sulbar bersama para stakeholders.

Mamuju – Jalan raya Sulawesi Barat tidak (Sulbar) pernah benar-benar sunyi. Setiap hari, kendaraan melaju membawa harapan, pekerjaan, dan perjalanan pulang.

Namun di balik deru mesin, selalu ada risiko yang mengintai. Polda Sulbar memulai Operasi Keselamatan Marano 2026 dengan target sederhana, namun sangat krusial. Memastikan lebih banyak orang tiba dengan selamat.

Operasi itu berlangsung dari 2 hingga 15 Februari 2026 dan menyasar seluruh wilayah Sulawesi Barat. Polisi tidak bergerak sendiri. TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Jasa Raharja ikut bergabung dalam barisan yang sama. Mereka mengejar kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Di balik operasi ini, ada catatan yang tidak bisa terabaikan. Data tahun lalu menunjukkan angka pelanggaran masih tinggi. Wakapolda Sulbar, Brigjen Pol Hari Santoso mengungkapkan, pada Operasi Marano 2025 tercatat 1.824 pelanggaran, dengan 627 tilang dan 1.197 teguran. Mayoritas pelanggar merupakan pengendara roda dua.

Namun persoalan lalu lintas tidak berhenti pada pelanggaran. Jalan raya juga menyimpan kisah yang lebih gelap, yakni kecelakaan. Tahun lalu, terjadi 36 kejadian dengan korban meninggal dan luka-luka.

“Korban terbanyak berasal dari kalangan karyawan/swasta dengan usia 16-20 tahun dan dominan pengendara sepeda motor,” ungkap Brigjen Pol Hari.

Angka itu menggambarkan tragedi yang kerap datang terlalu cepat. Banyak korban berada pada usia belasan. Sepeda motor menjadi kendaraan utama, tetapi juga menjadi yang paling rentan ketika benturan terjadi.

Wakapolda menegaskan, keselamatan bukan hanya urusan polisi. “Diperlukan koordinasi yang baik antar instansi terkait agar tercipta keterpaduan langkah guna menunjang pelaksanaan tugas di lapangan,” tuturnya.

Edukasi Sebelum Penindakan

Operasi Marano tidak hanya menyiapkan sanksi. Polisi juga menargetkan pendekatan preemtif. Langkah tersebut mulai dari penyuluhan ke sekolah, kampus, hingga kelompok masyarakat yang hidup di jalan. Sasaranya seperti tukang ojek dan sopir angkutan umum.

Langkah preventif pun menguat. Personel menjaga titik rawan, mengatur arus lalu lintas, lalu menegur pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan. Penegakan hukum akan berjalan selektif, terutama pada pelanggaran prioritas yang bisa berujung fatal.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulbar, Kombes Pol Nurhadi Ismanto menekankan, operasi ini harus memberi perubahan nyata. Ia meminta seluruh personel bekerja jelas sesuai tugas dan bersinergi hingga ke level terkecil.

“Kita harus bersinergi dan kompak hingga ke tingkat terkecil. Setiap satuan memiliki peran penting yang tidak bisa digantikan satu sama lain. Pastikan pelaksanaan tugas tepat sasaran dengan memperhatikan tupoksi masing-masing,” tegas Kombes Pol Nurhadi Ismanto.

Nurhadi menolak operasi ini sekadar agenda tahunan tanpa dampak.

“Setiap langkah yang kita lakukan harus memiliki makna, jadikan operasi ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lalu lintas di Sulawesi Barat,” tambahnya.

ODOL hingga Travel Gelap Jadi Sasaran Prioritas

Operasi Marano 2026 akan fokus pada pelanggaran berat seperti truk ODOL (muatan berlebih), kendaraan penumpang yang tidak memenuhi standar keselamatan, rampcheck, serta penindakan travel gelap tanpa izin resmi.

Personel juga wajib melakukan pengecekan kesiapan setiap hari sebelum bertugas, lalu melaporkan hasil kegiatan untuk evaluasi berkala.

Di ujung operasi ini, masyarakat sebenarnya hanya menginginkan perjalanan yang tidak berubah menjadi kabar duka. Jalan raya selalu penuh risiko, tetapi disiplin dan kesadaran bisa menurunkan angka korban.

“Kerjakan tugas dengan sebaik-baiknya, berikan yang terbaik untuk masyarakat. Saya yakin, dengan tanggung jawab yang tinggi dan kerja sama yang solid, kita semua bisa melakukan lebih baik dari sebelumnya,” tutup Dirlantas.

error: Content is protected !!
Play sound