Pemkesra Sulbar Dorong ZIS Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

waktu baca 2 menit
Pertemuan Biro Pamkesra Setda Sulbar dengan pengurus Baznas Sulbar.

Mamuju – Pemprov Sulbar mendorong zakat, infak, dan sedekah (ZIS) keluar dari pola kelola sekadar penyaluran menuju instrumen program sosial yang terukur.

Biro Pemkesra Setda Sulbar memperkuat koordinasi dengan BAZNAS Sulbar. Tidak lain agar dana ZIS terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah. Tidak lain supaya berdampak langsung pada kesejahteraan warga, terutama kelompok rentan.

Upaya menjawan fenomena dana sosial yang sering besar di atas kertas saja. Dampaknya kabur jika tak terhubung dengan data kemiskinan, program perlindungan sosial, dan desain pemberdayaan yang jelas. Karena itu, Pemkesra mendorong tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan tepat sasaran melalui kerja bersama BAZNAS.

Fokus pembahasan mengarah pada strategi penguatan tata kelola zakat. Begitu pula pada aspek perluasan kolaborasi program serta optimalisasi peran BAZNAS. Utamanya pada aspek penguatan agenda pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial. Pemkesra mengarahkan pengelolaan zakat agar lebih terukur dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah, sehingga ZIS tidak berjalan sendiri-sendiri.

Kepala Biro Pemkesra Setda Sulbar, Murdanil menegaskan, peran Pemkesra sebagai penghubung koordinasi lintas perangkat daerah dalam penguatan kelembagaan dan program BAZNAS.

Pemkesra menilai, sinergi lintas sektor menentukan efektivitas pemanfaatan dana zakat, mulai dari perencanaan program hingga pengawasan penyaluran. Hasil koordinasi akan ditindaklanjuti melalui penyelarasan program antarperangkat daerah.

Pemprov berharap langkah ini membuat pengelolaan zakat memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Upaya itu sekaligus mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berpihak pada warga yang membutuhkan.

error: Content is protected !!
Play sound