Pemprov Sulbar Intensifkan Pengawasan Harga Pangan Selama Ramadan
Mamuju – Pemprov Sulbar memperketat pengawasan pangan menjelang Ramadan. Langkah itu terlihat dari pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok yang dilakukan Dinas Pangan Daerah Sulbar lakukan hari ini.
Pemantauan berlangsung di Pasar Lama dan Pasar Baru Kabupaten Mamuju dan melibatkan lintas instansi. Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju ikut turun ke lapangan. Tim juga menggandeng perwakilan Badan Pangan Nasional serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulbar.
Dari Badan Pangan Nasional hadir Dewi Indah Susanti dan Lentera Fajar Muhammad. Dinas Pangan Daerah Sulbar hadir lewat Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bidasari bersama tim.
Tim mengecek langsung harga dan stok komoditas strategis. Fokusnya mencakup beras, gula, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam, bawang merah, bawang putih, serta cabai. Pemantauan juga menyasar aspek distribusi agar pasokan bergerak lancar dan tidak memicu lonjakan harga.
Langkah itu selaras dengan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menahan gejolak harga, terutama pada periode konsumsi meningkat seperti Ramadan. Pemprov Sulbar juga mengaitkan agenda tersebut dengan arah kebijakan Panca Daya Gubernur Sulbar Suhardi Duka, khususnya penguatan ketahanan pangan dan perlindungan masyarakat.
Dewi Indah Susanti menekankan pentingnya pengawasan lapangan agar pemerintah tidak sekadar mengandalkan laporan angka. Pemantauan langsung, menurut dia, membantu memastikan pasokan aman dan harga tetap terkendali. Ia juga mendorong koordinasi yang kuat antara pusat dan daerah agar SPHP berjalan efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat menjelang Ramadan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Daerah Sulbar Suyuti Marzuki menegaskan pemprov tidak ingin bergerak reaktif setelah harga terlanjur melambung. Pemerintah memilih jalur antisipasi melalui pemantauan berkala.
“Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi potensi kenaikan harga dan memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang wajar,” tegas Suyuti.
Pemprov Sulbar berharap sinergi lintas instansi mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadan. Pengawasan yang konsisten juga diharapkan menutup ruang spekulasi, mencegah penimbunan, serta memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi warga.





