Pemprov Sulbar Masifkan Pasar Murah, Banting Harga Pangan hingga 30 Persen

waktu baca 2 menit
Suasana Gerakan Pangan Murah atau pasar murah yang dilaksanakan Pemprov Sulbar.

Mamuju – Gerakan Pangan Murah (GPM) atau pasar murah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kian masif dilaksanakan.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), GMP itu kembali dilaksanakan atas kerja sama Bulog dan Bank Indonesia (BI) Sulbar. Kali ini dilaksanakan di Taman Karema Mamuju.

Kepala Dinas Ketapang Sulbar Abdul Waris Bestari mengatakan, sesuai arahan Bapanas dan perintah Gubernur Sulbar dan wakilnya untuk melaksanakan pasar murah dua kali sepekan.

“Memang sekarang beras di pasaran sedikit mengalami penurunan,” kata Waris.

Apalagi, penyaluran beras SPHP dari Bulog bisa mentabilkan harga beras yang ada di pasar.

“Beras SPHP ini juga sudah disebar di 6 kabupaten. Untuk Bulog Polman membawahi Polman Majene dan majene, sedangkan Mamuju membawahi, Mateng dan Pasangkayu,” ungkapnya.

Sementara itu, pasar murah ini disediakan beras sinar madina dari distributor itu sekitar 2 ton dan dari Bulog 1 ton.

“Kemudian telur tadi ini tidak sampai stengah jam sudah habis. Selain itu kita juga siapkan ayam potong serta bahan pokok lainnya,” bebernya.

Adapun, harga bahan pokok yang dijual di pasar murah semuanya di bawah harga pasaran dari 20 sampai 30 persen.

“Setip pasar murah itu 30 sampai 50 dos minyak kita dari bulog itu dibeli oleh masyarakat termasuk terigu dan gula. Pada hari ini juga kami sampaikan bahwa telah disalurkan bantuan pangan,” ujarnya.

Lanjut Waris, minggu kemarin di Kabupaten Majene wilayahi oleh pinca Bulog Polman sudah menyalurkan.

“Inilah harapan kita bahwa dengan adanya penyaluran beras SPHP sampai bulan desember kemudian bantuan pangan sampai juli, itu masyarakat bisa merasakan bahwa keberadaan pemerintah dalam hal perpanjangan tangan nya ada bulog itu bisa menstabilkan harga yang ada dipasar,” tandasnya

error: Content is protected !!