Pemudik Diminta Tak Paksakan Diri, Manfaatkan Posko dan Rest Area

waktu baca 2 menit

Mamuju — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyorot satu risiko besar jelang arus mudik Lebaran 1447 H. Pengendara yang memaksakan diri saat tubuh tidak lagi fit.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan (Perkimtanhub) Sulbar, Maddareski Salatin, meminta pemudik mengutamakan keselamatan dengan berhenti saat lelah dan memanfaatkan posko terpadu serta rest area.

Pesan itu Maddareski sampaikan dalam dialog interaktif di RRI Mamuju bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Sulbar, Senin (2/3/2026). Forum tersebut menjadi ruang koordinasi sekaligus sosialisasi persiapan mudik agar perjalanan warga berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

Pemprov Sulbar menempatkan keselamatan masyarakat sebagai garis utama kebijakan mudik, sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (SDK–JSM). Maddareski menegaskan, indikator mudik sukses bukan hanya arus yang lancar, tetapi juga kemampuan pemerintah menekan potensi kecelakaan dan masalah kesehatan di perjalanan.

Selain mengingatkan soal istirahat, Maddareski juga menekankan kesiapan kendaraan. Ia meminta pemudik melakukan pemeriksaan sebelum berangkat agar perjalanan tidak berubah menjadi masalah di tengah jalan.

“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, mulai dari rem, lampu, hingga kelengkapan surat-surat. Jangan sampai perjalanan terganggu karena kendaraan tidak siap,” ujar Maddareski.

Pada sisi layanan, Maddareski menyebut pos pengamanan dan pos pemeriksaan kesehatan akan hadir di sejumlah titik jalur mudik. Pos-pos tersebut berfungsi untuk pemeriksaan kondisi pemudik, layanan medis cepat, serta pemantauan keamanan perjalanan. Menurut dia, kehadiran posko bukan sekadar formalitas, melainkan alat kontrol agar pemudik tidak mengambil keputusan berisiko saat kondisi tubuh menurun.

“Kami menyiapkan tim kesehatan untuk pemeriksaan cepat dan tim keamanan bekerjasama dengan kepolisian agar setiap jalur mudik terpantau secara optimal,” tambahnya.

Maddareski juga menekankan kolaborasi lintas instansi sebagai kunci pengawasan arus mudik. Perkimtanhub berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, BPTD, serta instansi terkait untuk pengaturan lalu lintas, penegakan disiplin berkendara, hingga respons darurat ketika terjadi insiden.

Ia mengimbau masyarakat mematuhi rambu lalu lintas, memakai angkutan resmi dan terpercaya, serta menempatkan keselamatan sebagai prioritas di atas target cepat tiba.

“Keselamatan dan kesehatan pemudik adalah prioritas utama. Jangan mengambil risiko yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Manfaatkan fasilitas yang ada, patuhi aturan, dan nikmati perjalanan dengan nyaman dan aman,” tegas Maddareski menutup dialog interaktif.

Dengan penguatan posko terpadu, rest area, layanan kesehatan, dan pengamanan jalur, Pemprov Sulbar berharap arus mudik Lebaran 1447 H berjalan lebih tertib serta memberi pengalaman perjalanan yang aman bagi masyarakat.

error: Content is protected !!
Play sound