Perdana Hadir Pasca Salim Wafat, Fatmawati Buka Kisah Pengabdian SDK–JSM di Masjid Suada
Mamuju – Masjid Suada mendadak terasa lebih sunyi dari biasanya. Di tengah rangkaian buka puasa bersama dan Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Suhardi Duka–Salim S. Mengga (SDK–JSM) Jumat (20/2), Fatmawati Salim melangkah ke forum resmi pemerintahan untuk pertama kali sejak suaminya wafat.
Fatmawati, istri mendiang Wakil Gubernur Sulbar Salim S. Mengga, menyebut kehadirannya menjadi momen perdana pasca kepergian almarhum di Rumah Sakit Siloam, Makassar, Sabtu 31 Januari 2026. Kehadiran itu langsung menarik perhatian undangan. Banyak yang menahan napas, seolah paham acara ini bukan sekadar agenda seremonial.
Refleksi setahun SDK–JSM Pemprov Sulbar gelar sebagai ungkapan syukur atas perjalanan kepemimpinan sekaligus peneguhan arah pembangunan menuju visi “Sulbar Maju dan Sejahtera”. Namun malam itu, refleksi tidak hanya bicara program. Ia berubah menjadi ruang kenangan, tentang pengabdian, kehilangan, dan janji yang tetap menyala.
Dalam sambutan, Fatmawati mengungkap alasan ia hadir. Ia menyebut undangan itu datang langsung dari Gubernur Suhardi Duka. Baginya, momentum ini bukan sekadar kehadiran, melainkan cara menjaga ingatan publik atas kerja dan komitmen yang pernah almarhum bangun.
“Tidak terasa satu tahun sejak pelantikan oleh Bapak Presiden. Kedua pemimpin ini telah berkomitmen membangun Sulawesi Barat dan melayani masyarakat demi terwujudnya Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” ujarnya dengan suara terbata.
Fatmawati juga menyampaikan terima kasih kepada Suhardi Duka. Ia menilai kebersamaan selama masa kepemimpinan bersama almarhum berjalan harmonis, tidak berhenti pada urusan birokrasi semata.
“Saya merasa terhormat dan sangat dihargai, baik secara kedinasan maupun kekeluargaan. Walaupun waktu pengabdian beliau sebagai Wakil Gubernur sangat singkat, begitu banyak tantangan, pengalaman, dan pelajaran berharga yang beliau jalani dengan tulus dan ikhlas,” ungkapnya.
Di hadapan jajaran pemerintah dan tokoh masyarakat, Fatmawati mengenang Salim sebagai sosok yang menanamkan nilai pengabdian tulus kepada masyarakat. Ia menyebut almarhum menjaga konsistensi antara ucapan dan tindakan, serta memegang prinsip kejujuran dan moral dalam menjalankan amanah.
Pada bagian akhir sambutan, Fatmawati menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan almarhum, baik selama menjabat maupun dalam kehidupan pribadi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemprov Sulbar, Forkopimda, DPRD, para bupati, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, ASN, PPPK, Satpol PP, hingga petugas kebersihan yang mendukung tugas almarhum.
“Semoga almarhum Pak Jendral diterima di sisi Allah SWT. Terima kasih atas segala doa dan dukungan yang diberikan,” tutupnya.
Acara buka puasa dan refleksi itu turut dihadiri Gubernur Sulawesi Barat, unsur Forkopimda, pimpinan serta anggota DPRD provinsi dan kabupaten, kepala daerah se-Sulbar, jajaran OPD, instansi vertikal, camat, lurah, kepala desa, serta berbagai elemen masyarakat. Di Masjid Suada, malam itu, publik tidak hanya menyaksikan evaluasi setahun pemerintahan—tetapi juga cara sebuah pengabdian dikenang dan dihormati.





