Polisi Sapu Bersih Ancaman Jelang Konser Last Child di Sulbar
Mamuju – Menjelang puncak konser Last Child di Sulawesi Barat, aparat Polda Sulbar bergerak cepat. Bukan sekadar berjaga, tetapi membongkar setiap potensi ancaman sebelum ribuan penonton memadati arena, Sabtu malam (17/1).
Unit Polisi Satwa Direktorat Samapta Polda Sulbar bersama Tim Jibom Brimob Polda Sulbar menyisir lokasi konser sejak sore. Targetnya jelas: memastikan tidak ada celah bagi bahan berbahaya, narkotika, maupun ancaman peledak.
Penyisiran menyentuh seluruh area vital. Personel memeriksa ruang belakang panggung, panggung utama, hingga area luar. Setiap akses masuk, barang bawaan penonton, dan kendaraan yang akan memasuki lokasi tak luput dari pemeriksaan. Pola kerja sistematis ini menutup kemungkinan kelengahan sekecil apa pun.
Operasi dipimpin IPDA Sandi. Ia mengarahkan personel untuk fokus pada titik-titik rawan yang kerap luput dari perhatian publik. Pemeriksaan berlangsung cepat, namun presisi.
Dua anjing pelacak menjadi faktor penentu. Merez, Belgian Malinois spesialis narkotika, bergerak lincah menelusuri area publik. Bono, dengan keahlian deteksi bahan peledak, menyapu ruang-ruang tertutup dan jalur teknis. Kombinasi keduanya mempercepat proses sekaligus meningkatkan akurasi penyisiran.
“Kegiatan sterilisasi ini merupakan bentuk pelayanan prima kami kepada masyarakat yang akan menghadiri konser. Kami berkomitmen untuk memastikan setiap orang dapat menikmati pertunjukan dengan tenang, tanpa harus khawatir akan keselamatan dan keamanan,” kata IPDA Sandi.
Hasilnya tegas. Tidak ada indikasi ancaman. Lokasi konser dinyatakan aman dan terkendali. Aparat kini bersiap pada fase pengamanan berikutnya, sementara ribuan penggemar Last Child bersiap memenuhi arena tanpa bayang-bayang bahaya.






