Pos Balita Masuk Kantor Gubernur Sulbar, ASN Bisa Pantau Tumbuh Kembang Anak Tiap Jumat
Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggeser layanan kesehatan balita lebih dekat ke denyut aktivitas birokrasi.
Mulai Jumat (20/2), pemerintah daerah membuka Pos Balita di halaman Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar, kawasan kompleks perkantoran gubernur.
Langkah ini menegaskan pembangunan SDM tidak boleh menunggu anak besar. Pemprov Sulbar menautkan program tersebut dengan inisiatif PASTI PADU sekaligus implementasi Panca Daya ke-3, yang menekankan lahirnya SDM unggul dan berkarakter sebagai prioritas Gubernur Suhardi Duka.
Pos Balita ini menyasar anak-anak ASN di lingkup perkantoran Pemprov Sulbar. Skemanya konsisten setiap hari Jumat. Dengan pola itu, pemerintah berusaha menutup celah klasik keluarga pekerja, antara tuntutan pekerjaan dan kebutuhan memantau kesehatan anak.
Di balik pelayanan rutin, Pemprov Sulbar membaca persoalan yang lebih besar. Banyak orang tua bekerja harus memilih meninggalkan kantor demi layanan kesehatan anak, atau bertahan di meja kerja sambil menunda pemeriksaan. Pos Balita di area kerja mengubah pilihan itu menjadi satu jalur, pemeriksaan tetap berjalan, produktivitas tetap terjaga.
Layanannya lengkap dan terukur. Tenaga kesehatan memberi penimbangan balita, pemantauan tumbuh kembang, Vitamin A, imunisasi, sampai konseling kesehatan bagi orang tua. Seluruh proses berlangsung dengan standar pelayanan kesehatan agar kualitasnya tetap terjaga.
Kepala DKPPKB Sulbar, Nursyamsi Rahim, menekankan bahwa layanan ini bukan kegiatan seremonial, melainkan strategi jangka panjang yang menarget akar persoalan.
“Investasi terbaik daerah adalah pada kualitas sumber daya manusianya. Melalui layanan Pos Balita di lingkungan perkantoran, kami ingin memastikan anak-anak tumbuh sehat, terpantau perkembangannya, dan orang tua mendapatkan edukasi kesehatan yang memadai,” ujarnya.
Menurut Nursyamsi, pendekatan jemput bola di lingkungan ASN ikut membangun budaya peduli kesehatan keluarga. Di saat yang sama, program ini mendorong target pembangunan kesehatan daerah lewat intervensi sejak usia dini fase paling menentukan bagi kualitas generasi berikutnya.
“Ini adalah aksi nyata dukungan terhadap Program PASTI PADU dan komitmen kami dalam menyukseskan visi Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” tambahnya.





