Program MBG Sulbar Digenjot, Kolaborasi Jadi Penentu Hasil

waktu baca 2 menit

Sulbar – Pemprov Sulbar mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menekankan kerja sama lintas sektor sebagai kunci utama keberhasilan.

Tanpa sinergi kuat, program ini dinilai sulit memberi dampak nyata bagi masyarakat. Penguatan itu dibahas dalam rapat koordinasi MBG di Sekretariat Satuan Tugas MBG, Dinas Pangan Daerah Sulbar, Kamis (2/4).

Forum ini menghimpun berbagai pihak untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program berjalan seragam dan tepat sasaran.

DKPPKB Sulbar ikut ambil bagian melalui kehadiran Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Masyarakat Mujibah Ahmad bersama Tim Kerja Kesehatan Lingkungan. Peran ini penting untuk menjaga aspek kesehatan dan kualitas program di lapangan.

Sejumlah instansi terlibat dalam pertemuan tersebut, mulai dari perangkat daerah, Badan Gizi Nasional, hingga perwakilan pemerintah kabupaten. Mereka menyamakan langkah agar pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri.

Upaya ini sejalan dengan agenda besar Pemprov Sulbar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah juga mengaitkan program ini dengan prioritas “Sulbar Sehat” yang fokus pada perbaikan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan.

Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa program ini memiliki dampak luas, tidak sekadar penyediaan makanan.

“Program ini bukan hanya soal menyediakan makanan, tapi bagian dari upaya strategis untuk menurunkan stunting, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta membentuk generasi yang lebih sehat dan produktif,” ujarnya.

DKPPKB, lanjutnya, siap memperkuat dukungan melalui layanan kesehatan, edukasi gizi, serta penguatan program keluarga dan masyarakat.

Pemprov Sulbar ingin memastikan program MBG berjalan terpadu dan tepat sasaran. Dengan kerja sama yang solid, program ini diharapkan mampu menekan stunting sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.