Propam Polda Sulbar Tegaskan Disiplin Personel, Pelanggaran Besar Berawal dari Kelalaian Kecil
Mamuju — Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulawesi Barat kembali mengetatkan pengawasan internal dengan menggelar pemeriksaan mendadak terhadap personel usai apel pagi di Lapangan Tribrata Mapolda Sulbar, Selasa (10/3/2026).
Langkah ini menegaskan bahwa disiplin bukan sekadar aturan administratif, melainkan fondasi utama pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Pemeriksaan tersebut menyasar kelengkapan dokumen pribadi, sikap tampang, hingga pengawasan penggunaan aplikasi judi online. Melalui operasi penegakan ketertiban dan disiplin itu, Bidpropam ingin memastikan setiap personel tetap berada dalam koridor profesionalisme dan kepatuhan.
Petugas Provost memeriksa satu per satu kelengkapan Surat Izin Mengemudi, Kartu Tanda Penduduk, serta Surat Tanda Nomor Kendaraan. Pemeriksaan juga menyentuh aspek penampilan, mulai dari kerapian seragam hingga potongan rambut personel.
Di saat yang sama, tim turut menelusuri potensi aktivitas personel yang berkaitan dengan aplikasi judi online. Pengawasan ini menjadi bagian dari langkah pencegahan terhadap perilaku menyimpang yang dapat merusak integritas anggota maupun citra institusi.
Kabid Propam Polda Sulbar Kombes Pol Eko Suroso yang memimpin langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemeriksaan tidak semata-mata bertujuan mencari kesalahan, tetapi membangun kesiapan personel dalam menjalankan tugas.
“Pengecekan ini bukan hanya bentuk pengawasan, melainkan upaya untuk memastikan kesiapan personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.
Eko juga mengingatkan bahwa pelanggaran serius kerap muncul dari sikap abai terhadap hal-hal yang tampak sepele. Karena itu, pengawasan rutin dinilai penting agar disiplin tidak longgar di tingkat paling dasar.
“Banyak pelanggaran besar yang kita temui berawal dari pelanggaran kecil yang terus berulang tanpa ada kontrol. Oleh karena itu, kita perlu terus mengingatkan dan melakukan pengecekan secara berkala untuk membangun budaya disiplin yang kuat,” tegasnya.
Dalam pemeriksaan itu, petugas langsung merapikan rambut sejumlah personel yang kedapatan sudah melebihi ketentuan. Sementara personel yang tidak membawa dokumen karena alasan lupa langsung didata dan diminta segera melengkapi serta melaporkannya ke bagian terkait dalam batas waktu yang telah ditentukan.
Penertiban ini memperlihatkan bahwa pembinaan internal tidak cukup hanya melalui instruksi, tetapi perlu tindakan langsung yang terukur. Polda Sulbar ingin menanamkan pesan tegas bahwa profesionalisme anggota bermula dari kepatuhan pada aturan paling dasar.
Melalui gaktibplin tersebut, Bidpropam Polda Sulbar berharap kesadaran personel terhadap disiplin terus menguat. Di tubuh kepolisian, ketertiban internal menjadi syarat mutlak untuk menjaga kepercayaan publik.




