Puluhan Siswa Syahid Al Hidayah Asah Minat Baca Lewat Kunjungan Literasi ke Perpustakaan Mamuju
Mamuju – Puluhan siswa dari Yayasan Syahid Al Hidayah berkunjung ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Mamuju, Rabu (29/10).
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan minat baca dan memperkenalkan fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
Kunjungan berlangsung pada pagi hari. Siswa yang datang terdiri dari tiga jenjang pendidikan, yakni Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) sebanyak 22 anak, Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) sebanyak 21 anak, dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 7 anak. Masing-masing kelompok didampingi guru pendamping.

Koordinator kunjungan, Padliah Haebah, mengatakan kegiatan ini sengaja dirancang untuk memperkenalkan siswa pada dunia literasi sejak dini.
“Karena dengan bacaan, anak-anak bisa meningkatkan pengetahuannya. Kenapa di perpustakaan? Karena di sana koleksi bacaannya banyak dan ada ruang baca khusus anak,” ujar Padliah Haebah saat dihubungi.
Selama di perpustakaan, para siswa mengikuti berbagai aktivitas literasi seperti membaca bersama, menulis resume singkat, mendongeng, menyanyi, hingga menonton film edukatif. Kegiatan tersebut dirancang agar siswa belajar sambil bermain, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap buku dan pengetahuan.
“Kami berharap dengan banyak aktivitas ini, anak-anak semakin semangat membaca dan belajar,” tambah Padliah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamuju, M. Fausan Basir, menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari pihak sekolah. Perpustakaan kami terbuka untuk siapa pun yang ingin belajar. Anak-anak perlu dikenalkan pada bacaan yang baik sejak dini agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan kritis,” kata Fausan Basir.
Ia menambahkan, Dispusip Mamuju terus berupaya menghadirkan inovasi layanan, termasuk ruang baca ramah anak dan kegiatan literasi kreatif, agar perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan bagi masyarakat.
“Kami berharap kunjungan seperti ini dapat terus berlanjut. Semakin banyak anak datang ke perpustakaan, semakin kuat pula budaya membaca di Mamuju,” pungkasnya.





