Retret Pemprov Sulbar: Menteri Iftitah Ungkap Sulbar Masuk Prioritas Nasional Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi

waktu baca 2 menit
Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara hadir memberikan materi di hari pertama Retret Pemprov Sulbar.

Mamuju – Retret Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) telah dimulai. Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara hadir memberikan materi di hari pertama.

Retret berlangsung di Korem 142/Tatag dan diikuti seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulbar dan Tenaga Ahli Gubernur dan Wakil Gubernur dari tanggal 18 hingga 20 Juli mendatang.

Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) yang membuka Retret tersebut Jumat kemarin. Hadir pula Ketua DPRD Sulbar Amalia Fitri Aras, Wakil Ketua Suraidah Suhardi, Abdul Halim, Ketua Komisi I Syamsul Samad, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adang Ginanjar, Forkopimda dan tamu undangan lainnya.

Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara membawakan materi pengembangan wilayah sebagai prioritas transmigrasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulbar.

“Ada 5 agenda transformasi transmigrasi mulai trans tuntas, trans lokal, trans patriot, trans karya nusa, dan trans gotong-royong,” kata Muhammad Iftitah.

Menurutnya, Sulbar potesial dalam mendukung program transformasi transmigrasi.

“Sulbar masuk agenda 3 Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi (KETT) di Indonesia. Tiga provinsi ini, yakni Sulbar, Kepri, dan Papua Selatan,” sebutnya.

Sulbar sendiri, kata Muhammad Iftitah, ada tiga pilar yang akan dikerjakan. Mulai analisi investasi wilayah, industrialisasi komoditas lokal, dan modal transpolition.

“Pada tahun 2025-2026 akan dilakukan penataan kawasan dan fondasi investasi. Mulai dari finalisasi delineasi 6 kawasan transpolitan, penyusunan invesment brief kawasan transmigrasi, pemetaan potensi komoditas utama, dan penataan lahan usaha serta infrastruktur dasar menuju kawasan siap investasi,” ucap Muhammad Iftitah.

Sehingga, lanjutnya, akan dikirim 105 peneliti yang terbagi dalam 21 tim untuk memetakan berbagai potensi yang dimiliki Sulbar.

“Hasilnya akan menjadi panduan bagi investor,” tandasnya.

error: Content is protected !!
Play sound