SDK Ogah Turunkan Target Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan Meski Pendapatan Turun Drastis

waktu baca 3 menit
Gubernur Sulbar, Suhardi Duka ketika menjadi pembina upacara Hari Kesadaran Nasional yang dirangkaikan dengan Hari Desa Nasional.

Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK) enggan menurunkan target pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan meski transfer pusat ke daerah menyusut sekitar Rp1 triliun di tahun ini. Ia menuntut pejabat pemprov dan kepala desa tetap mencetak kinerja di tengah ruang fiskal yang menyempit.

“Kita sadar bahwa 2026 ini adalah masa-masa yang tidak terlalu baik-baik saja bagi pemerintah daerah seluruh Indonesia, termasuk kepala desa. Namun yakinlah, tidak ada orang yang kuat jika tidak pernah menghadapi tantangan,” kata SDK.

SDK menyebut, pemangkasan transfer ikut menyasar alokasi kabupaten dan desa. Namun ia memastikan pemerintah provinsi tidak mengendurkan sasaran pembangunan. Ia mematok pertumbuhan ekonomi Sulbar 2026 pada kisaran 5,5 sampai 6 persen dan menargetkan penurunan kemiskinan 1 persen.

“Saya tidak menurunkan target pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan, karena saya yakin seluruh pejabat Eselon II dan para kepala desa memiliki semangat serta komitmen yang kuat,” tegasnya.

Ia menilai kinerja 2026 akan menjadi ujian kepemimpinan, terutama di desa. Karena itu ia meminta aparatur dan kepala desa memanfaatkan momentum Hari Kesadaran Nasional dan Hari Desa Nasional untuk menguatkan disiplin kerja serta tanggung jawab pelayanan publik.

“Saudara-saudara adalah orang-orang terbaik dan terpilih untuk memimpin dan menyelenggarakan pemerintahan di provinsi yang kita cintai ini. Yakini itu,” pesannya.

SDK juga menyinggung penyesuaian anggaran desa. Ia meminta kepala desa tidak terjebak keluhan. Tetap fokus pada program strategis nasional. Termasuk penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih.

“Sabar, meski dana Rp500 juta per tahun ditarik, yakinlah itu akan kembali ke desa dalam bentuk pembangunan dan penguatan ekonomi, salah satunya melalui Koperasi Merah Putih,” ucap SDK.

Koperasi Merah Putih Solusi Pemerataan Ekonomi

Dalam arahannya, SDK memberi penekanan khusus pada Koperasi Merah Putih. Menurutnya, program itu menjadi instrumen pemerataan ekonomi desa, sekaligus tolok ukur kinerja kepala desa. Ia mengingatkan konsekuensi bila program gagal akibat kelalaian.

“Koperasi Merah Putih ini program strategis nasional. Kalau sukses, saudara akan diapresiasi. Tapi kalau gagal karena kelalaian, tentu ada konsekuensi hukum,” tegas SDK.

Pemprov Sulbar, kata dia, ikut menyiapkan dukungan dengan memanfaatkan aset pemerintah provinsi sebagai lokasi kantor dan gerai Koperasi Merah Putih di kabupaten.

“Itu bukti bahwa saya memberikan dukungan yang kuat terhadap pengembangan Koperasi Merah Putih di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat,” tuturnya.

Suhardi Duka menyimpulkan, target tinggi tetap relevan justru saat fiskal mengetat. Ia menilai capaian penurunan kemiskinan bukan hanya ukuran prestasi pemerintah, tetapi juga nilai sosial yang langsung terasa di warga.

“Kalau kita mampu menurunkan angka kemiskinan satu persen, itu bukan hanya prestasi pemerintahan, tapi juga bernilai ibadah,” ucap Suhardi Duka disambut tepuk tangan peserta upacara.

error: Content is protected !!
Play sound