Seleksi SPOBNAS Sulbar Diperketat, Dispoparekraf Ingatkan Objektivitas Tanpa Kompromi

waktu baca 2 menit

Sulbar – UPTD Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNAS) Sulawesi Barat mematangkan persiapan seleksi atlet tahap kedua.

Pemerintah daerah menegaskan proses harus ketat, transparan, dan bebas kompromi agar tidak ada talenta potensial yang terlewat.

Kepala UPTD SPOBNAS Sulbar, Fadliyah, melaporkan kesiapan teknis seleksi saat koordinasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar, Kamis (26/3/2026). Kepala Dispoparekraf Bau Akram Dai menerima langsung laporan tersebut.

Fadliyah menyebut seluruh komponen utama seleksi hampir rampung. Tim telah menyiapkan verifikasi administrasi, perangkat uji, hingga tenaga penguji ahli.

“Tadi kami sampaikan beberapa hal sebagai laporan terkait detail kesiapan seleksi mulai dari verifikasi berkas administrasi, kesiapan sarana pengujian, hingga tim penguji ahli yang akan dilibatkan. Persiapan infrastruktur seleksi dan perangkat penilaian sudah mencapai tahap akhir,” kata Fadliyah.

Ia menegaskan seleksi tahap kedua menjadi penentu utama dalam menjaring atlet terbaik. Tim seleksi akan menguji aspek fisik, psikologi, dan keterampilan teknis secara lebih mendalam.

“Seleksi tahap 2 ini adalah kunci untuk menyaring atlet yang tidak hanya berbakat secara alami, tetapi juga memiliki mentalitas juara untuk dibina lebih lanjut di asrama. Makanya tahapan yang akan dilakukan tentu lebih ketat, selain aspek fisik, juga tentu keterampilan tenis dan psikologi para atlet berbakat ini,” ungkapnya.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang mendorong pembinaan atlet sejak usia dini.

Pemerintah daerah ingin mencetak atlet kompetitif yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional melalui sistem pembinaan berkelanjutan.

Di sisi lain, Bau Akram Dai menekankan pentingnya integritas dalam seluruh tahapan seleksi. Ia meminta tim memastikan setiap indikator penilaian terukur dan dapat diuji secara terbuka.

“Yang terpenting setiap tahap seleksi harus betul-betul objektif dan transparan. Kriteria penilaian harus terukur secara kuantitatif agar hasil seleksi dapat dipertanggungjawabkan kepada publik dan menjadi dasar yang kuat bagi program pelatihan jangka panjang di SPOBNAS,” jelas Bau Akram.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran proses seleksi di lapangan.

“Proses ini menjadi bagian dari visi besar daerah dalam membangun ekosistem olahraga yang mandiri dan kompetitif. Kami ingin memastikan tidak ada talenta yang terlewatkan. Kami tentu memberi dukungan penuh agar operasional di lapangan saat seleksi nanti berjalan tanpa kendala teknis maupun administratif,” tegas Bau Akram.

error: Content is protected !!