Siswi Sekolah Rakyat Diduga Jadi Korban Pelecehan, Polres Polman Turun Tangan Intensifkan Penyelidikan

waktu baca 1 menit

Polman – Polres Polman menangani laporan dugaan pelecehan terhadap anak di bawah umur di salah satu Sekolah Rakyat di Kabupaten Polman. Polisi memulai penyelidikan setelah menerima laporan pada Jumat, 6 Februari 2026.

Kasus ini menyita perhatian karena korban masih berstatus pelajar. Dugaan awal mengarah pada keterlibatan seorang guru di sekolah tersebut. Polisi menilai penanganan harus bergerak cepat, mengingat lokasi kejadian berada di lingkungan pendidikan yang semestinya aman bagi anak.

Kaurbin Ops Reskrim Polres Polman, IPTU Iwan Rusmana membenarkan laporan itu dan memastikan penyelidikan terus berjalan.

Penyidik menyiapkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, termasuk korban, pihak sekolah, serta saksi yang diduga mengetahui peristiwa tersebut. Polisi juga mengarahkan proses agar korban tetap mendapat perlindungan selama pemeriksaan.

“Penanganan kasus ini kami lakukan secara profesional dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, dengan mengedepankan perlindungan hak-hak korban,” kata IPTU Iwan, siang tadi.

Untuk memastikan pendampingan korban, polisi berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Polisi merahasiakan identitas korban demi menjaga privasi dan kondisi psikologis anak.

Polres Polman menyatakan komitmen untuk menuntaskan perkara ini secara terbuka. Jika penyelidikan menguatkan dugaan tindak pidana, polisi menyiapkan langkah hukum tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Play sound