Sulbar Perkuat Desa Siaga TB, Fokus Deteksi dan Pencegahan

waktu baca 2 menit

Sulbar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat peran desa sebagai ujung tombak penanggulangan tuberkulosis (TB).

Langkah ini ditempuh dengan menyusun indikator penetapan lokus Desa Siaga TB yang difokuskan pada deteksi dini dan pencegahan berbasis masyarakat.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar membahas hal tersebut dalam pertemuan di Aula Adyatma, Rabu (1/4). Agenda utama mencakup perumusan indikator sekaligus pemetaan desa prioritas sebagai titik intervensi program.

Kebijakan ini memperkuat implementasi Program PASTI PADU serta mendukung arah pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.

Pengelola Program TB Provinsi Sulbar, Harsalim, menegaskan bahwa pengembangan Desa Siaga TB mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis dan arahan Kementerian Kesehatan. Program ini juga menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah pusat.

“Tujuannya untuk mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan di tingkat masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebut indikator yang disusun meliputi komitmen pemerintah desa, keterlibatan tokoh masyarakat, keberadaan kader aktif, serta kesinambungan kegiatan promotif dan preventif. Pendekatan ini menempatkan desa sebagai pusat deteksi dini sekaligus pengendalian TB.

DKPPKB juga mendorong keterlibatan lintas sektor. Kolaborasi ini dinilai penting untuk mempercepat penemuan kasus, mendampingi pasien hingga tuntas menjalani pengobatan, serta memperkuat kapasitas kader desa.

Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memutus rantai penularan TB.

“Penanggulangan TB tidak bisa hanya bergantung pada fasilitas kesehatan. Desa harus menjadi garda terdepan, terutama dalam deteksi dini dan pencegahan,” ujarnya.