Takjil Topoyo Diuji Mendadak, Balai POM Bidik Empat Zat Berbahaya

waktu baca 2 menit
Petugas Balai POM di Mamuju saat menguji sampel takjil di Topoyo, Mateng.

Mateng – Perburuan takjil berbahaya menyasar Pusat Takjil Pasar Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (26/2).

Balai POM di Mamuju turun langsung bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan setempat. Upaya ini untuk menutup celah peredaran pangan berisiko di momen Ramadan.

Petugas tidak mengambil sampel secara serampangan. Mereka lebih dulu menyisir tampilan makanan lewat pemeriksaan organoleptik. Warna, bau, rasa, hingga tekstur jadi objek penilaian.

Hanya takjil yang tampak janggal yang masuk daftar uji. Dari hasil penyisiran itu, Balai POM menguji 18 sampel dari berbagai lapak.

Uji cepat memakai test kit berlangsung di lokasi agar hasil segera keluar. Langkah ini sekaligus memotong waktu tunggu pemeriksaan laboratorium yang biasanya lebih lama.

Fokus pemeriksaan mengarah pada empat zat yang kerap muncul dalam temuan pangan bermasalah. Formalin dan boraks sebagai pengawet serta Rhodamin B dan Methanyl Yellow sebagai pewarna industri.

Balai POM memanfaatkan test kit reaksi warna untuk mendeteksi formalin dan boraks. Untuk Rhodamin B, petugas menggunakan test kit pewarna tekstil. Sementara Methanyl Yellow terdeteksi melalui test kit kimia spesifik.

PFM Ahli Muda Balai POM Mamuju, Adrianto Agus, menyebut seluruh sampel lolos dari empat target zat berbahaya tersebut.

“Alhamdulillah, dari 18 sampel takjil yang kami uji menggunakan rapid test kit, semuanya negatif. Tidak ditemukan adanya kandungan formalin, boraks, Rhodamin B, maupun Methanyl Yellow,” ungkap Adrianto.

Hasil itu tentu memberi sinyal positif. Para pedagang takjil di Topoyo tidak memasukkan bahan tambahan terlarang pada produk yang mereka jual.

Namun pengawasan tidak berhenti pada satu titik. Balai POM menyiapkan pemantauan berkala sepanjang Ramadan. Terutama saat permintaan takjil meningkat dan ruang bagi praktik curang ikut terbuka.

Balai POM juga mengingatkan warga tetap kritis saat membeli takjil. Warga perlu memilih lapak yang bersih, menghindari makanan dengan warna terlalu mencolok dan tidak wajar, serta memastikan produk tampak layak konsumsi. Sehari sebelumnya, Balai POM menjalankan pengawasan serupa di Kabupaten Pasangkayu.

Play sound