Tertib Berlalu Lintas Digencarkan, 290 Kecelakaan Jadi Alarm Keras di Sulbar

waktu baca 2 menit

Sulbar — Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat menggelar program “Bulan Tertib Berkeselamatan” sepanjang April hingga Mei 2026.

Program ini muncul sebagai respons atas tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang mencapai 290 kasus selama triwulan pertama tahun ini.

Data tersebut sekaligus menjadi sinyal darurat bagi keselamatan pengguna jalan. Dari ratusan kejadian itu, tercatat 43 orang meninggal dunia, 28 orang mengalami luka berat, dan 354 orang luka ringan.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulbar, Kombes Pol Nurhadi Ismanto, menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dianggap biasa. Ia menyebut kecelakaan lalu lintas telah menimbulkan kerugian besar, baik secara materi maupun keselamatan jiwa.

“Angka ini tentu menjadi peringatan keras (warning) bagi kita semua. Kecelakaan lalu lintas tidak hanya merugikan materi, tetapi juga mengancam nyawa dan masa depan,” ujar Kombes Pol Nurhadi Ismanto, Senin (6/4/2026).

Nurhadi menilai, sebagian besar kecelakaan berawal dari pelanggaran aturan dan kelalaian pengendara. Karena itu, pihaknya mendorong perubahan perilaku berkendara melalui kampanye yang menyasar seluruh lapisan masyarakat.

Dalam program tersebut, Ditlantas Polda Sulbar menekankan lima langkah utama untuk menekan risiko kecelakaan. Pertama, penggunaan helm berstandar SNI sebagai perlindungan dasar. Kedua, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas. Ketiga, pengendalian kecepatan agar sesuai kondisi jalan. Keempat, mengutamakan keselamatan dengan sikap berkendara yang santun dan waspada. Kelima, melengkapi surat kendaraan sebagai bentuk kepatuhan hukum.

“Kecelakaan itu berawal dari pelanggaran. Mari kita ubah kebiasaan, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang. Ayo tertib berlalu lintas, selamatkan diri sendiri dan selamatkan masa depanmu,” tegasnya.

Polda Sulbar berharap kampanye ini mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat. Targetnya jelas, menekan angka kecelakaan hingga seminimal mungkin dan mendekati nol kasus di wilayah tersebut.