Tiga Institusi Edukasi Pelajar SMAN 1 Mamuju Tepis Ancaman Ideologi dan Kekerasan Ekstrem
Mamuju – Pelajar SMAN 1 Mamuju jadi sasaran edukasi dalam meredam penyebaran paham Intolerasi, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme (IRET).
Upaya ini berlangsung melalui kerja sama tiga institusi. Ada Kesbangpol Sulbar, Satgaswil Densus 88 Anti Teror, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulbar.
Tujuannya jelas, mengedukasi dan mengantisipasi merebaknya paham IRET di kalangan generasi muda. Cukup krusial sebab mengancam nilai kebangsaan, kerukunan, serta persatuan.
Metode dialog berlangsung dalam bentuk sosialisasi yang interaktif. Penayangan materi edukasi didesain fleksibel dan relevan dengan kebutuhan remaja.
Plt. Kepala Badan Kesbangpol Sulbar, Sunusi menegaskan, siswa SMA merupakan generasi emas yang akan memegang peran penting dalam masa depan bangsa. Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar pun tengah masif menggaungkan itu.
“Penguatan ideologi kebangsaan dan pemahaman terhadap keberagaman menjadi sangat penting agar anak-anak kita tumbuh sebagai generasi yang cerdas, berkarakter, dan cinta tanah air,” kata Sunusi dalam sambutannya, kemarin (24/11).
Selain Kesbangpol, Satgaswil Densus 88 juga ikut memberikan materi. Isunya sekaitan dengan pola perekrutan dan modus penyebaran paham radikal di lingkungan digital. Terutama media sosial yang kini menjadi ruang interaksi utama remaja.
Materi itu mempertajam pemahaman pelajar dalam mengenali tanda-tanda paparan dini dan langkah kritis ketika menemukan konten mencurigakan.
Ketua FKUB Sulbar, Sahabuddin Kasim menekankan pentingnya merawat kerukunan antar umat beragama sejak usia sekolah.
“Keberagaman adalah kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama,” ucap Sahabuddin.
Kepala SMAN 1 Mamuju, Halimah berterima kasih telah menjadikan sekolahnya sasaran sosialisasi.
Menurutnya, ketiga institusi memberikan nilai tambah yang sangat penting bagi pihak sekolah dalam upaya pembinaan karakter peserta didik.
“Materi ini membuka wawasan mereka dan memberikan pemahaman yang benar tentang bagaimana menjaga diri serta menjaga lingkungan sekolah dari pengaruh negatif,” pungkasnya.




