TOT GERAI Digelar, Sulbar Perkuat Barisan Jaga Inflasi Pangan
Mamuju – Pemprov Sulbar menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi gejolak harga menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana membuka Training of Trainers (TOT) Gerakan Bersama Jaga Inflasi (GERAI) Sulbar, di Ballroom Matos Mamuju, Senin (9/1).
Junda menyampaikan apresiasi Gubernur Sulbar Suhardi Duka atas pelaksanaan kegiatan yang Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) gagas bersama Bank Indonesia. Program ini melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), TP PKK, serta unsur Dharma Wanita Persatuan (DWP).
“Gerakan bersama jaga inflasi ini bentuk sinergi kolaboratif antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengendalikan inflasi. Khususnya pada komponen pangan yang harganya bergejolak,” ujar Junda Maulana.
Menurut Junda, inflasi kerap muncul saat daya beli masyarakat meningkat, tetapi ketersediaan barang dan jasa tidak cukup. Ketidakseimbangan itu mendorong harga naik karena pasokan kalah cepat dari permintaan.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah bergerak proaktif melalui penguatan TPID, pemantauan harga lebih intensif, operasi pasar, kelancaran distribusi pangan, serta dukungan subsidi transportasi agar pasokan tetap terjangkau.
“Tentu pemerintah memiliki tanggungjawab bagaimana berusaha untuk tetap meningkatkan produksi, menjaga stabilitas harga dan menjaga keterjangkauan, itu lebih penting juga untuk bisa menstabilkan inflasi di Sulawesi Barat,” ujarnya.
Faktor Eksternal Pemicu Inflasi
Junda juga menyinggung faktor eksternal yang dapat memengaruhi inflasi, termasuk kebijakan di luar kewenangan pemerintah daerah.
“Misalnya berkaitan dengan subsidi, listrik ditahun lalu sekarang tidak ada. Kemudian harga emas di tahun ini cukup melonjak. Itu semua mengpengaruhi berkaitan dengan inflasi Sulbar,” ungkap Junda Maulana.
Melalui TOT GERAI, Pemprov Sulbar menargetkan lahirnya pelatih dan penggerak pengendalian inflasi yang mampu membaca potensi tekanan harga serta menyusun langkah inovatif dan adaptif. Program ini juga untuk memperkuat sinergi dan kapasitas lintas pemangku kepentingan, terutama dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok.
Pemprov Sulbar juga menyiapkan aksi lapangan melalui Gerakan Pasar Murah (GPM), operasi pasar, serta inspeksi pasar tradisional dan distributor secara terstruktur agar inflasi terkendali, daya beli masyarakat terjaga, dan stabilitas ekonomi daerah tetap kuat.





