Yasinan dan Doa Bersama Anak Yatim Jadi Ruang Refleksi Aparat Polda Sulbar
Mamuju – Setiap Jumat, Masjid Jabal Rahmah menjadi ruang pertemuan yang sunyi dari hiruk pikuk tugas kepolisian. Seusai salat Jumat, Polda Sulawesi Barat menggelar yasinan dan doa bersama anak yatim. Rutinitas ini menempatkan sisi batin aparat negara ke garis depan, Jumat (9/1)
Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta hadir bersama jajaran personel, masyarakat, dan anak-anak yatim. Mereka mengikuti rangkaian doa tanpa sekat jabatan. Tidak ada protokoler berlebih. Yang menonjol justru suasana reflektif dan kebersamaan.
Dalam pesannya, Kapolda menekankan pentingnya pembenahan diri sebagai fondasi tugas kepolisian. “Menata hati adalah dasar dari segala kebaikan. Sebagai aparatur negara dan bagian dari masyarakat, kita wajib menjadi contoh dalam berperilaku dan menjalankan ibadah,” tutur Kapolda. Pernyataan itu menegaskan pendekatan kepemimpinan yang menempatkan etika dan spiritualitas sebagai penyangga kewenangan.
Ia juga mengajak jamaah memanjatkan doa tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga bagi kelancaran tugas aparat keamanan dan stabilitas sosial. Menurutnya, rasa aman tidak lahir semata dari patroli dan penegakan hukum, melainkan dari kejernihan hati para pelaksananya.
Menjelang bulan Ramadan, Kapolda mengingatkan pentingnya membiasakan ibadah dan amal sejak dini. Ia menilai kesiapan spiritual menentukan kualitas pengabdian saat momentum besar keagamaan tiba. Pesan itu ia tutup dengan pengingat sederhana: apa yang ditanam hari ini akan menentukan hasil esok hari.
Selepas doa, jamaah berkumpul dalam santap makan bersama. Personel Polri, warga, dan anak yatim berbincang tanpa jarak. Di ruang ibadah itu, kebersamaan menjadi bahasa bersama. Rutinitas Jumat tersebut tidak sekadar agenda keagamaan, tetapi juga cermin pendekatan humanis yang ingin terus dirawat kepolisian di Sulawesi Barat.






