Setop Kriminalisasi Guru, Gubernur Sulbar Dorong Penyelesaian Masalah Lewat Musyawarah

waktu baca 2 menit
Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Dr. Suhardi Duka usai memimpin upacara peringatan Hari Guru.

Mamuju – Gubernur Sulbar Dr. Suhardi Duka menaruh perhatian serius terhadap fenomena guru yang kerap jadi sasaran kriminalisasi.

Keprihatinan itu ia sampaikan dalam amanatnya ketika menjadi pembina upacara peringatan Hari Guru Nasional, pagi tadi (25/11). Dr. Suhardi Duka bahkan meminta guru mendapat perlakuan mulia, meski bukan manusia tanpa kesalahan.

“Tolonglah, guru jangan langsung dikriminalisasi. Jangan langsung proses hukum. Walaupun guru bukan manusia sempurna, kalau dia salah, tentu lebih bagus kita musyawarah. Kita perbaiki, jangan langsung kita berhadapan dengan hukum,” kata Dr. Suhardi Duka.

Ia pun menyebut tekanan yang kini dipikul guru makin berat. Mereka bukan hanya mengajar, tapi juga harus berhadapan dengan teknologi yang terus berubah.

“Hanya saja guru tidak akan tergantikan karena dia punya kemampuan untuk mendidik, mentransfer etika, moral,” ungkapnya.

Soal kesejahteraan guru, pemerintah sudah berusaha mendorong agar taraf hidup mereka makin layak. Ia mengakui masih banyak kekurangan. Tapi baginya, kondisi guru perlahan mulai membaik.

Suhardi Duka turut memberi apresiasi kepada guru-guru yang bertugas jauh di pelosok. Bagi Suhardi Duka, mereka bukan sekadar tenaga pendidik. Mereka adalah orang-orang yang rela meninggalkan kenyamanan kota demi memastikan anak-anak tetap bisa belajar.

“Dan mereka-mereka itu adalah pejuang yang rela meninggalkan kota demi untuk mendidik anak bangsa. Saya kira itu adalah pengabdian guru yang sangat besar,” pungkasnya.

error: Content is protected !!
Play sound