Wakapolda Sulbar Minta Anggota Tampil Lebih Optimal Selama Ramadan
Sulbar – Wakapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Hari Santoso menegaskan kewenangan yang melekat pada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus menjadi sorotan banyak pihak.
Situasi itu, kata dia, menuntut setiap anggota Polri menjaga amanah publik lewat kinerja yang terukur dan pelayanan yang nyata, terutama sepanjang bulan suci Ramadhan.
Di hadapan personel saat apel pagi di Lapangan Tribrata Mapolda Sulbar, Senin (2/3/26), Hari menekankan satu hal: kepercayaan masyarakat tidak datang otomatis, tetapi lahir dari perilaku anggota di lapangan—mulai dari cara merespons keluhan hingga konsistensi bertindak adil.
“Saat ini kita berada di tubuh Polri, maka pertahankanlah eksistensi dan kepercayaan yang diberikan masyarakat,” tutur Wakapolda dalam arahannya saat memimpin apel pagi di lapangan Tribrata Mapolda, Senin (2/3/26)
Hari mengingatkan, tugas kepolisian bukan sekadar rutinitas administratif. Ia menilai mandat Polri bersumber dari niat melayani dan melindungi warga, terutama mereka yang rentan. Karena itu, ia meminta anggota tidak hanya hadir, tetapi juga berfungsi—mampu memberi rasa aman serta memastikan penegakan hukum berjalan tanpa pilih kasih.
“Kita harus menjadi benteng bagi orang-orang yang lemah dan tegakkan keadilan dengan prinsip yang seadil-adilnya,” tegasnya.
Selain dorongan peningkatan kinerja, Hari mengajak anggota memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperbanyak doa dan memperkuat aksi-aksi kebaikan. Ia juga menyinggung agenda Operasi Ketupat yang akan datang sebagai ujian kualitas pelayanan publik—apakah Polri mampu hadir sebagai pengayom, bukan sekadar aparat pengendali.
“Berbaktilah kepada negara dan masyarakat dengan memberikan pelayanan terbaik, sehingga kita bisa meraih simpati dan membangun citra positif Polri yang baik,” jelasnya.
Dalam arahannya, Hari menegaskan pentingnya disiplin moral. Ia meminta seluruh anggota menjauhi tindakan yang bisa mencederai institusi. Ia juga mengingatkan setiap satuan bergerak cepat merespons kondisi sosial masyarakat, termasuk memberi bantuan sesuai kebutuhan.
Penekanan itu sekaligus menjadi pesan bahwa pelayanan Polri di bulan Ramadhan harus terasa di ruang publik: cepat, tepat, dan manusiawi. Hari menutup arahannya dengan harapan agar kerja-kerja pelayanan tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga bernilai ibadah bagi setiap personel.
“Polri harus tampil lebih optimal khususnya di bulan Ramadhan ini. Insya Allah, selain mendapatkan ganjaran pahala yang besar, upaya kita dalam melayani masyarakat juga akan memberikan manfaat yang luas bagi semua pihak,” tutup Wakapolda.





