Disperkimtanhub Sulbar Percepat Penyediaan Air Bersih di Majene, Lima Titik Rawan Masuk Prioritas

waktu baca 2 menit

Majene – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan (Disperkimtanhub) Sulawesi Barat mempercepat perencanaan pembangunan prasarana air bersih di lima titik rawan di Kabupaten Majene.

Langkah ini menjadi respons atas keterbatasan akses air bersih yang masih dihadapi sejumlah wilayah. Tim teknis Disperkimtanhub turun langsung melakukan pendampingan perencanaan bersama konsultan dan perwakilan masyarakat.

Fokus kegiatan mencakup pemetaan sumber air, perhitungan kebutuhan jangka panjang, serta desain jaringan distribusi agar menjangkau permukiman warga.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Muhammad Yusuf, menyebut lima lokasi tersebut telah masuk prioritas karena tingkat kerawanan yang tinggi. Kelimanya yakni, Desa Bonde Utara Kecamatan Pamboang, Rusung-rusung dan Lingkungan Leppe Kecamatan Banggae Timur, Battayang dan Rusung Kelurahan Panggaliali,

“Atas arahan pimpinan, kami meninjau rencana pembangunan PSU air bersih di lima titik tersebut. Semuanya berada di Kabupaten Majene,” ungkap Yusuf.

Ia menegaskan, seluruh titik yang ditinjau membutuhkan penanganan segera. Perencanaan ditargetkan rampung dalam waktu dekat agar pembangunan fisik bisa segera berjalan.

“Semuanya daerah yang rawan akan air bersih. Jadi untuk tahap perencanaannya, kami akan selesaikan secepatnya dan awal Juni pembangunan fisiknya sudah akan dilakukan melalui program APBD Disperkimtanhub Sulbar,” sebutnya.

Disperkimtanhub memastikan pendampingan tidak berhenti pada tahap perencanaan dan pembangunan. Pengawasan serta pembinaan kepada masyarakat akan terus dilakukan agar infrastruktur yang terbangun dapat berfungsi optimal dan berkelanjutan.

“Pendampingan ini penting agar sarana tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung misi pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan infrastruktur yang merata, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup,” tandas Yusuf.