Viral Dugaan Pengisian Solar Tak Wajar di Luwu Timur, Pertamina Temukan Kejanggalan dan Lanjutkan Investigasi

waktu baca 2 menit
Ilustrasi pengisian bbm subsidi jenis solar di SPBU. Dokumentasi Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.

Luwu Timur – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi merespons cepat video viral yang menampilkan dugaan pengisian solar subsidi tidak wajar di SPBU Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur.

Hasil penelusuran awal membantah narasi yang beredar di media sosial, namun perusahaan menemukan indikasi kejanggalan yang kini masih didalami.

Pertamina bersama kepolisian setempat langsung memanggil pengelola SPBU, menelusuri data transaksi, serta memeriksa rekaman CCTV. Dari hasil awal, nilai transaksi tercatat sekitar Rp500 ribu, jauh di bawah angka Rp5 juta yang ramai beredar.

Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel, Mohammad Yoga Prabowo, menegaskan bahwa temuan awal belum menunjukkan pelanggaran.

“Pengecekan awal melalui data transaksi dan CCTV menunjukkan nilai pengisian berada pada kisaran Rp500 ribuan. Klarifikasi juga telah dilakukan bersama pihak SPBU dan kepolisian,” ungkap Yoga.

Meski begitu, Pertamina tidak berhenti pada klarifikasi awal. Perusahaan justru menemukan indikasi ketidaksesuaian antara nilai transaksi dan kapasitas tangki kendaraan dalam video. Secara teknis, kapasitas tangki kendaraan tersebut hanya sekitar 55 liter.

Temuan ini memicu langkah investigasi lanjutan untuk memastikan ada atau tidaknya penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi.

“Temuan ini menjadi dasar bagi kami untuk melakukan investigasi lanjutan terhadap SPBU dimaksud. Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM subsidi, Pertamina akan menjatuhkan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.” tegasnya.

Di sisi lain, Pertamina memastikan pasokan BBM di wilayah Sulawesi Selatan tetap aman dan mencukupi. Distribusi juga terus berjalan sesuai prosedur.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi distribusi energi.

“Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam menyampaikan informasi di lapangan. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti melalui proses verifikasi dan investigasi untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran,” kata Lilik.

Pertamina kini memperkuat pengawasan distribusi BBM subsidi melalui sistem digital dan pengawasan lapangan, termasuk koordinasi dengan aparat penegak hukum.