Pemprov Sulbar Percepat Literasi Digital, ASN dan UMKM Mulai Disasar AI

waktu baca 2 menit

Sulbar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperluas program literasi digital dengan menyasar aparatur sipil negara (ASN) dan pelaku UMKM.

Langkah ini menandai pergeseran strategi, dari sekadar edukasi dasar menuju pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk mendorong kinerja pemerintahan dan daya saing ekonomi.

Dinas Kominfo SP Sulbar menggandeng Kaizen Collaborative Impact dalam program berbasis inisiatif ASEAN Foundation dan Google.org. Kolaborasi ini tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga menekankan aspek keamanan, etika, dan produktivitas dalam penggunaannya.

“Ini merupakan penguatan dari program yang sudah kita jalankan sebelumnya, pengembangan kompetensi digital baik dilingkup ASN, guru, siswa hingga pelaku usaha perlu terus kita tingkatkan,” ujar Kepala Dinas Kominfo SP Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, Sabtu, 2 Mei 2026.

Pemprov Sulbar menempatkan literasi digital sebagai bagian dari agenda strategis pembangunan sumber daya manusia. Kebijakan ini selaras dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas digital dari internal pemerintahan.

ASN menjadi garda awal dalam transformasi tersebut. Pemahaman teknologi dinilai krusial agar layanan publik mampu bergerak cepat, responsif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Program ini telah menjangkau sektor pendidikan secara masif. Sekitar 70 sekolah ikut serta, dengan lebih dari 26 ribu peserta yang terdiri atas siswa SMA/SMK dan tenaga pendidik. Capaian ini menjadi fondasi untuk ekspansi ke sektor ekonomi.

Sejak awal Mei 2026, pelatihan mulai menyasar pelaku UMKM. Materi difokuskan pada pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi usaha, termasuk integrasi AI dalam operasional harian.

Ridwan menegaskan, pendekatan pelatihan dirancang spesifik sesuai kebutuhan tiap organisasi perangkat daerah (OPD). Skema ini diharapkan mampu memastikan teknologi digunakan secara tepat guna dan berdampak langsung pada peningkatan kinerja.

Di sisi lain, Kaizen Collaborative Impact memastikan program berjalan tanpa pungutan biaya. Penyelenggara juga menegaskan tidak ada pengumpulan data pribadi peserta, sehingga pelatihan dapat diikuti secara aman.