Momen Keakraban SDK dan Zudan, Kenangan Pengabdian di Sulbar Menghangatkan Silaturahmi

waktu baca 3 menit

Mamuju – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh di Waterpark Hotel Maleo Mamuju, Kamis malam (4/6).

Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat kembali hubungan yang telah terjalin sejak keduanya bersama-sama mengawal roda pemerintahan di Sulawesi Barat.

Kehadiran Prof. Zudan bersama istri, Ninuk Triyanti Zudan, mendapat sambutan hangat dari Gubernur Sulbar. Sekretaris Provinsi Sulbar Junda Maulana dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turut hadir dalam agenda silaturahmi tersebut.

Sejak awal pertemuan, keakraban antara Suhardi Duka dan Prof. Zudan terlihat begitu kuat. Keduanya tampak larut dalam perbincangan santai sembari mengenang berbagai pengalaman selama Zudan menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat pada periode Mei 2023 hingga Mei 2024.

Bagi jajaran Pemerintah Provinsi Sulbar, kehadiran kembali Prof. Zudan bukan sekadar kunjungan kerja seorang pejabat pusat. Kehadirannya dianggap sebagai kembalinya seorang sahabat lama yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan pemerintahan daerah.

“Pak Prof Zudan ini, Pj Gubernur, datang kembali ke kampungnya sendiri. Tentu kita merasa bahagia dan kita ingin kembali mengenang bersama bawahan-bawahan yang dulu. Akhirnya kita menyanyi dan kita happy-happy malam ini,” ujar Gubernur Suhardi Duka.

Kedekatan Emosional Terjaga

Pernyataan tersebut menggambarkan kedekatan emosional yang masih terjaga antara Prof. Zudan dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sulbar. Hubungan itu bahkan tetap bertahan meski masa tugasnya sebagai Pj Gubernur telah berakhir dua tahun lalu.

Suasana semakin cair ketika sejumlah kepala OPD bergantian menyanyikan lagu. Gelak tawa dan canda mengiringi jalannya acara, mencerminkan hubungan yang tidak hanya terbangun dalam lingkup formal pemerintahan, tetapi juga dalam ikatan persahabatan.

Bagi Prof. Zudan, Sulawesi Barat memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan pengabdiannya. Karena itu, kesempatan kembali bertemu dengan para pejabat dan aparatur yang pernah bekerja bersama menjadi momen yang sangat berkesan.

“Pak Gubernur ini sahabat lama saya. Dulu kan sering jalan bareng, car free day di sini,” ujar Zudan.

Menurutnya, kebersamaan yang pernah terjalin selama setahun memimpin Sulbar menjadi fondasi kuat bagi hubungan yang terus terpelihara hingga saat ini.

“Terima kasih banyak atas undangannya. Kita mengenang masa-masa dua tahun yang lalu, setahun bersama-sama. Ini merupakan forum untuk membangun masa depan Sulbar seperti yang dikatakan Pak Gubernur dan Pak Sekda,” ucapnya.

Keakraban keduanya kembali terlihat saat Zudan melontarkan candaan mengenai aktivitas yang pernah dilakukan bersama selama berada di Sulbar.

“Kalau perlu nanti kita datang lagi main bola lagi,” katanya disambut tawa para tamu yang hadir.

Bagi Zudan, hubungan yang terbangun dengan Gubernur Sulbar dan jajaran pemerintah daerah tidak pernah mengalami jarak. Komunikasi tetap berjalan baik meski kini keduanya mengemban tugas pada level pemerintahan yang berbeda.

“Dari dulu cair. Dari dulu cair, tidak ada masalah,” pungkasnya.