SDK Tantang 1.476 Patriot Muda Hasilkan Riset yang Mengubah Kebijakan Transmigrasi
Bogor — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) mendorong 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 menghasilkan riset dan rekomendasi yang mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi. Pesan itu disampaikan saat pembekalan peserta TEP 2026 di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/7).
Sebanyak 1.476 Patriot Muda akan bertugas di 53 kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia. Program yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi tersebut menugaskan para peserta memetakan potensi daerah, mengidentifikasi persoalan masyarakat, serta menyusun rekomendasi berbasis data untuk memperkuat arah pembangunan kawasan transmigrasi.
Dalam kesempatan itu, Suhardi Duka hadir sebagai narasumber sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta yang mayoritas merupakan lulusan perguruan tinggi. Ia menilai program tersebut menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi nyata bagi daerah.
SDK menegaskan pembangunan kawasan transmigrasi tidak dapat berjalan optimal tanpa kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, hasil kerja lapangan para peserta diharapkan mampu memperkaya basis data pemerintah dalam merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran.
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan tetap menjadi fondasi utama pembangunan daerah, termasuk di kawasan transmigrasi yang masih menghadapi berbagai tantangan akses layanan publik.
“Pemerintah daerah selalu memprioritaskan pelayanan kesehatan karena itu merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu, pelayanan pendidikan juga harus menjadi perhatian agar kualitas sumber daya manusia terus meningkat,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan sumber daya manusia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa bagi mahasiswa asal Sulbar yang menempuh pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi.
“Setiap tahun kami memberikan minimal 2.000 beasiswa bagi anak-anak Sulawesi Barat yang kuliah di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” katanya.
Di hadapan ribuan peserta, SDK mengaku terkesan dengan antusiasme dan kualitas sumber daya manusia yang mengikuti program tersebut. Ia melihat semangat pengabdian yang kuat sebagai modal penting dalam mendukung percepatan pembangunan kawasan transmigrasi.
“Saya seperti sedang berkampanye karena pesertanya lebih dari 1.400 orang. Interaksinya sangat bagus karena mereka adalah sarjana. Saya memberi semangat kepada mereka untuk menjadi seorang patriot,” ungkapnya.
Ia menilai para peserta memiliki rasa bangga karena terpilih mengikuti program nasional yang kompetitif. Kondisi itu, kata dia, mendorong lahirnya motivasi tinggi untuk berkontribusi langsung di tengah masyarakat.
“Mereka merasa menjadi orang-orang terpilih. Karena itu, semangat dan antusiasme mereka untuk bertugas di daerah sangat tinggi. Program ini mampu menumbuhkan semangat patriotisme di kalangan generasi muda,” tuturnya.
Lebih jauh, SDK berharap kehadiran Tim Ekspedisi Patriot tidak berhenti pada aktivitas pendampingan masyarakat. Ia meminta seluruh peserta menghasilkan temuan dan rekomendasi yang memiliki nilai strategis bagi pemerintah pusat maupun daerah.
Menurutnya, pendekatan berbasis riset menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.
“Hasil riset dan temuan mereka di lapangan diharapkan menjadi masukan bagi Kementerian Transmigrasi untuk ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan maupun program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.



