Berbusana Adat Layani Pengunjung, Dispusip Hadirkan Nuansa Budaya di Hari Jadi Mamuju

waktu baca 2 menit
Pegawai Dispusip Mamuju berfoto bersama dengan pengunjung perpustakaan mengenakkan busana adat di Hari Jadi Mamuju.

Mamuju – Ruang pelayanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Mamuju tiba-tiba berubah pekat dalam nuansa kebudayaan.

Pegawai yang biasanya berseragam rapi, kini tampil anggun dalam balutan pakaian adat. Busana berwarna cerah dengan motif khas sulaman memeriahkan ruang baca di Hari Jadi Mamuju yang ke-485.

Hari ini, Kabupaten Mamuju memperingati hari jadinya. Masyarakat bersuka cita menyambutnya, tak terkecuali, Dispusip Mamuju. Namun, institusi tersebut menyambutnya dengan cara berbeda. Semua pegawai mengenakkan busana adat saat memberikan pelayanan kepada pengunjung.

“Penggunaan pakaian adat ini merupakan cara Dispusip Mamuju ikut andil dalam merawat identitas budaya lokal. Kami ingin memberikan pengalaman berbeda bahwa literasi dan budaya bisa berjalan beriringan,” ujar Kepala Dispusip Mamuju, M. Fausan Basir, siang tadi.

Menurut Fausan, upaya ini juga sejalan dengan semangat literasi kultural. Budaya lokal harus dikenalkan dan ditanamkan sejak dini sebagai bagian dari penguatan karakter.

“Perpustakaan bukan hanya tempat membaca buku, tapi juga tempat mengenal jati diri,” jelasnya.

Sambutan hangat pun mengucur dari pengunjung yang menyaksikan para pegawai menggunakan pakaian adat. Salah satunya Sri Arisna, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju).

Menurut Sri Arisna, hari ini Perpustakaan Mamuju tidak hanya sekadar tempat membaca buku, tetapi wadah edukasi budaya yang selama ini minim disosialisasikan.   

“Sangat bagus sih menurut saya. Selama ini kan pakaian adat jarang kita lihat. Hanya pada saat acara tertentu dan itu pun dari jauh. Di sini (perpustakaan, red) bisa lihat langsung bagaimana bentuknya, motifnya. Kita juga bisa tanya-tanya pakaian itu dari mana dan sebagainya,” tandas mahasiswi semester 5 itu.

Play sound