Bibit Kakao Masuk Skema ABT, Mamuju Disiapkan Lebih Awal

waktu baca 1 menit
Pertemuan koordinatit Disbun Sulbar dan Disbun Kabupaten Mamuju terkait rencana penyaluran bibit kakao.

Mamuju – Dinas Perkebunan (Disbun) Sulbar mulai mengarahkan Alokasi Biaya Tambahan (ABT) 2026 ke sektor perkebunan kakao. Kabupaten Mamuju menjadi titik awal penyaluran bibit untuk mendorong produktivitas petani.

Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Muh. Faizhal Thamrin memimpin koordinasi bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju, Senin kemarin. Pertemuan membahas teknis dan administratif.

Koordinasi membedah kesiapan lokasi tanam, validasi calon penerima manfaat, hingga kelengkapan teknis dan administrasi program. Disbun Sulbar ingin memastikan anggaran tambahan tidak berhenti sebagai rencana, tetapi berbuah pada peningkatan produksi.

Faizhal menilai sinkronisasi awal menentukan arah keberhasilan ABT 2026. Tanpa peta lapangan yang jelas, penyaluran bibit berisiko meleset dari sasaran.

Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju menyatakan kesiapan mendukung program tersebut. Kakao masih menjadi salah satu komoditas unggulan di wilayah ini dan menopang ekonomi ribuan petani.

Di tingkat provinsi, program kakao juga menjadi bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor riil. Pemerintah Sulbar menempatkan perkebunan sebagai mesin pemerataan kesejahteraan, bukan sekadar komoditas ekspor.

“Kami berharap melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, penyaluran bibit kakao ini dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kakao di Kabupaten Mamuju serta mendorong pertumbuhan sektor perkebunan secara berkelanjutan,” kata Faizhal.

error: Content is protected !!
Play sound