BPBD Sulbar Gandeng Sekolah, Perkuat Kesiapsiagaan Sejak Dini

waktu baca 1 menit
Edukasi kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah kepada peserta didik.

Mamuju – BPBD Sulbar memperkuat edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah untuk membangun budaya sadar bencana sejak dini.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah menegaskan, kolaborasi lembaga kebencanaan dan dunia pendidikan menjadi kunci mencetak generasi tangguh bencana.

BPBD Sulbar mendorong kerja sama lintas sektor. Utamanya dengan sekolah sebagai bagian dari mitigasi dan pengurangan risiko bencana. Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka. Gubernur menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat.

Yasir menyebut, edukasi kebencanaan sejak usia dini membantu siswa memahami ragam risiko bencana. Upaya itu sekaligus mengenal langkah penyelamatan diri yang tepat. Ia menilai pembelajaran kebencanaan harus bersifat aplikatif agar siswa tidak berhenti pada pengetahuan teori.

“Edukasi harus dibarengi dengan simulasi. Dengan simulasi kebencanaan, siswa dilatih untuk bersikap sigap, tenang, dan terarah saat menghadapi situasi darurat. Ini bukan sekadar teori, tetapi latihan nyata menghadapi risiko,” kata Yasir Fattah, Selasa (27/1).

Ia menambahkan, pembiasaan secara konsisten akan menumbuhkan budaya sadar bencana dalam perilaku sehari-hari. Menurutnya, sekolah dapat menjadi ruang efektif untuk membangun kebiasaan itu melalui penguatan materi dan latihan berkala.

“Anak-anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga agen perubahan yang dapat menyebarkan pengetahuan kebencanaan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” tandas Yasir Fattah.

error: Content is protected !!
Play sound