Buka Puasa KONI Sulbar Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov Tegaskan Dukungan untuk Prestasi Atlet

waktu baca 3 menit

Mamuju — Buka puasa bersama yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Barat pada Minggu kemarin tak sekadar menjadi agenda Ramadan.

Forum itu berubah menjadi ruang konsolidasi antara pengurus olahraga, cabang olahraga, pemerintah daerah, pemerhati olahraga, dan sektor swasta untuk memperkuat arah pembinaan atlet di Sulbar.

Di tengah tuntutan peningkatan prestasi, Pemerintah Provinsi Sulbar menegaskan komitmennya untuk terus menopang pengembangan olahraga daerah. Gubernur Sulbar Suhardi Duka yang diwakili Sekprov Junda Maulana menyatakan dukungan itu akan terus terbangun bersama KONI agar pembinaan olahraga berjalan lebih kuat dan terarah.

“Kerjasama akan terus dibangun bersama KONI demi kemanuan olahraga di Sulbar, semoga prestasi olaharaga terus berkembang,” ungkapnya.

Pesan itu menandai satu hal penting: pengembangan olahraga di Sulbar tidak bisa berjalan sendiri. Daerah membutuhkan kerja bersama yang rapi jika ingin melahirkan atlet berprestasi dan mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.

Ketua KONI Sulbar Syamsul Samad menegaskan, momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antarpemangku kepentingan olahraga. Menurut dia, silaturahmi harus melahirkan kerja nyata, bukan berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Kita memanfaatkan waktu bulan suci Ramadan ini untuk menguatkan silaturahmi dan memperkuat kolaborasi antara pengurus KONI, teman-teman cabang olahraga, pemerhati olahraga, pemerintah provinsi Sulbar, serta pihak swasta. Semua menyatu dalam buka puasa hari ini,” ujar Syamsul Samad.

Ia menilai, kolaborasi yang kuat menjadi syarat utama untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat. Tanpa komunikasi yang efektif dan dukungan lintas sektor, upaya mendorong prestasi atlet akan berjalan tersendat.

“Selain berbuka puasa di momentum Ramadan ini, kita berharap kolaborasi, komunikasi, dan kerja sama ini bisa lebih efektif ke depannya. Terutama dalam membangun kesuksesan olahraga di Sulbar dan meningkatkan prestasi atlet kita,” katanya.

Syamsul juga mengaitkan pembinaan olahraga dengan agenda besar pembangunan daerah. Ia menilai olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, disiplin, dan berkarakter. Karena itu, pengembangan olahraga tidak boleh dipandang sebagai sektor pelengkap, melainkan bagian penting dari investasi pembangunan manusia di Sulawesi Barat.

Ia menegaskan, KONI Sulbar ingin membuka ruang yang lebih luas bagi atlet untuk berkembang. Dukungan itu, kata dia, harus hadir dalam bentuk kesempatan, pembinaan, dan fasilitas yang memadai agar atlet mampu membawa nama Sulbar, bahkan Indonesia, ke panggung yang lebih tinggi.

“Ke depan kita ingin memberikan ruang dan fasilitas bagi atlet-atlet kita untuk mengembangkan diri. Utamanya memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengharumkan nama Sulbar bahkan Indonesia,” jelas Syamsul Samad.

Lebih jauh, Syamsul menekankan bahwa pembinaan olahraga harus berjalan inklusif. Kesempatan, menurut dia, tidak boleh hanya berputar pada kelompok tertentu. Setiap atlet yang memiliki bakat dan kapasitas harus mendapat ruang yang sama untuk tumbuh dan berprestasi.

“Tidak harus melihat siapa mereka dan dari latar belakang apa. Selama memiliki kemampuan, potensi, dan bakat, kita harus memberikan ruang serta fasilitas bagi mereka,” tutupnya.

Kegiatan buka puasa bersama itu dihadiri pengurus KONI Sulbar, perwakilan cabang olahraga, pemerhati olahraga, serta mitra dari unsur pemerintah dan swasta yang selama ini ikut mendukung pengembangan olahraga di Sulawesi Barat.

error: Content is protected !!