Kodim, JICA dan Pemkab Mamuju Satukan Misi Sukseskan Makan bergizi

waktu baca 3 menit
Dandim 1418/Mamuju, Kolonel Inf. Andik Siswanto berbincang hangat dengan perwakilan JICA, Mr. Shintani Naoyuki di sela-sela acara lokakarya.

Mamuju – Kolaborasi menakjubkan terbentuk di Kabupaten Mamuju. Kekuatan militer, dukungan global, dan pemerintah daerah bersatu demi mewujudkan masa depan generasi muda yang lebih sehat dan sejahtera.

Ketiga institusi itu, yakni Kodim 1418/Mamuju, Japan International Cooperation Agency (JICA) Regional Development Policy Advisor (RDPA) wilayah Sulawesi, dan Pemkab Mamuju. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata adanya pendekatan baru dalam pembangunan daerah.

Pagi tadi, mereka duduk bersama dalam forum lokakarya penguatan peran dan kolaborasi multi pihak pengembangan program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Ketiganya berembuk untuk meremuskan desain strategis dalam menyukseskan program nasional tersebut. Utamanya dalam memastikan MBG itu berjalan optimal, memberikan manfaat ekonomi, kesehatan, dan pendidikan bagi masyarakat.

Dalam materinya, Dandim 1418/Mamuju, Kolonel Inf. Andik Siswanto memaparkan fungsi TNI dalam menyukseskan program MBG. Tak hanya menyosialisasikan program, tetapi juga menyiapkan peningkatan SDM yang siap menjadi penggerak pembangunan Indonesia.

Beragam tupoksi lain pun dijelaskannya. Dari sisi potensi, pemberdayaan petani reguler dan milenial dianggap menjadi langkah krusial untuk memasimalkan pengelolaan kekayaan daerah di sektor perikanan, perkebunan, peternakan.

Kolonel Inf. Andik Siswanto ketika memaparkan materi di lokakarya penguatan peran dan kolaborasi multi pihak pengembangan program MBG.

Kata Andik Siswanto, keberadaan Kodim sangat membantu di wilayah dari mulai swasembada pangan sampai dengan mendampingi serapan gabah ke Bulog.

“Swasembada pangan ini sebenarnya program MBG sebagai wadah, dan ini adalah program yang diharap bapak Presiden untuk semua wilayah di Indonesia,” ucap Andik Siswanto dalam paparannya.

Pada aspek peningkatan SPPG, Kodim 1418/Mamuju membawahi 49 tenaga kesehatan yang berada di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah. Selain itu, direncanakan pula pembentukan Tim Satgas dengan para dinas-dinas terkait mulai dari Dinkes, Disdikpora, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, DPRD, Koperasi, dan Kominfo.

“Dari hasil kerja keras ini masyarakat akan merasakan dampaknya mulai lapangan kerjanya, ekonomi, gizi/stunting Insyaallah akan teratasi,” harapnya.

Sementara itu, perwakilan JICA, Mr. Shintani Naoyuki, memaparkan pengalaman Jepang dalam mengimplementasikan program makan bergizi di sekolah. Ia menjelaskan bahwa di Jepang, program ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia nutrisi, tetapi juga menjadi ‘buku pelajaran hidup’.

“Yang mengajarkan siswa tentang pentingnya pola makan sehat, produk lokal, dan kolaborasi. Model ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi Mamuju,” ucap Mr. Shintani Naoyuki.

Bupati Mamuju Dr. Sitti Sutinah Suhardi menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi tersebut. Ia menekankan pentingnya forum itu mengingat Mamuju menjadi salah satu daerah percontohan pelaksanaan awal MBG pada tahun 2024 dan 2025.

“Program ini harus mampu menghadirkan dampak strategis di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga ketahanan pangan,” papar Sutinah.

Ia juga menyebutkan bahwa saat ini sudah beroperasi dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mamuju yang melayani ribuan siswa dan ibu hamil.

Lokakarya ini diharapkan menghasilkan rumusan tindak lanjut yang konkret, memastikan ketersediaan bahan pangan lokal untuk program MBG, dan menciptakan lapangan kerja baru yang pada akhirnya akan mengatasi masalah gizi buruk dan meningkatkan ekonomi masyarakat Mamuju. Acara berakhir pada pukul 12.10 WITA dengan suasana yang penuh optimisme.

error: Content is protected !!
Play sound