Polresta Mamuju Bongkar 44 Kasus Narkotika: Barang Bukti Naik, Jaringan Dibidik

waktu baca 2 menit
Kasat Narkoba Polresta Mamuju, AKP Sigit Nugroho dan Kasi Humas Ipda Herman Basir usai melangsungkan konferensi pers pengungkapan kasus narkotika.

Mamuju – Perang melawan narkotika di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sepanjang tahun 2025 cukup dinamis dan kompleks.

Selama Januari hingga Desember, pemberentasan narkotika menyisakan dua wajah sekaligus. Angka kasus dan tersangka menurun, tetapi jumlah barang bukti justru melonjak tajam.

Fakta ini terungkap setelah Polresta Mamuju membongkar 44 kasus narkotika dan menangkap 55 tersangka, dengan total barang bukti mencapai 448,2 gram.

Capaian tersebut dipaparkan langsung Kasat Narkoba Polresta Mamuju, AKP Sigit Nugroho, dalam konferensi pers di Mapolresta Mamuju, Selasa pagi (14/12).

Dari puluhan kasus yang terungkap, sabu-sabu masih menjadi narkotika paling dominan yang beredar di masyarakat.

“Para tersangka memiliki peran beragam, mulai dari pemasok hingga pengedar,” tegas AKP Sigit.

Jika ditelisik lebih dalam, data tahun 2025 menunjukkan penurunan kuantitas kasus dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, Satresnarkoba Polresta Mamuju mencatat 47 kasus dengan 64 tersangka. Namun penurunan ini bukan berarti ancaman narkotika melemah.

Sebaliknya, lonjakan barang bukti pada 2025 menjadi alarm serius. Menurut AKP Sigit, kondisi tersebut mengindikasikan bahwa penegakan hukum kini lebih terfokus pada jaringan peredaran skala besar, bukan sekadar pengguna atau pelaku kecil.

“Ini menunjukkan upaya penindakan diarahkan untuk memutus mata rantai utama peredaran narkotika,” jelasnya.

Polresta Mamuju menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam memerangi narkoba. Warga diimbau aktif memberikan informasi serta menjaga lingkungan masing-masing dari ancaman barang haram tersebut.

Dengan strategi pencegahan dan penindakan yang makin intens, Polresta Mamuju menegaskan komitmennya untuk mewujudkan wilayah hukum yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.

“Perang ini belum selesai. Kami akan terus bergerak,” tutup AKP Sigit.

error: Content is protected !!
Play sound