Ratusan ASN Kemenag Mamuju Zikir dan Doa Bersama Peringati Hari Santri Nasional

waktu baca 2 menit
Suasana zikir dan doa bersama ASN di seluruh jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju dalam memperingati Hari Santri Nasional ke-10.

Mamuju – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mamuju menggelar zikir dan doa bersama memperingati Hari Santri Nasional.

Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Tidak lain untuk menghargai dan mengenang peran para ulama dan santri. Utamanya keterlibatan mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Zikir dan doa bersama diusung sebagai salah satu rangkaian peringatan itu. Sekaligus menjadi momentum refleksi perjuangan dan konsistensi santri dan ulama mengawal kemerdekaan.

Kegiatan ini berlangsung khidmat di salah satu ruangan Kantor Kemenag, Jl. KS. Tubun, Kelurahan Rimuku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Zikir dan doa bersama dimulai tepat pada pukul 20.00 WITA. Pesertanya dari berbagai kalangan. Ada ASN, ustaz, ustazah, pondok pesantren, yayasan, madrasah, dan seluruh jajaran Kemenag Mamuju.

Kepala Kantor Kemenag Mamuju, Dr. Mustafa Tangngali memimpin zikir bersama itu. Ia didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mamuju, Namru Asdar dan sejumlah tokoh agama.

Menurut Mustafa, zikir dan doa bersama bukan sekadar seremonial. Namun, perenungan bersama untuk menjaga nilai esensialitas santri.

“Agar betul-betul bisa menjadi penjaga moral dan kebanggaan bagi umat dan bangsa,” ujar Mustafa, malam ini.

Dengan zikir dan doa bersama, kata Mustafa, Kemenag ingin mengetuk pintu langit bersama-sama. Tidak hanya santri, tetapi seluruh kelurga besar Kementerian Agama untuk mengharapkan rahmat dan petunjuk Allah.

“Sehingga kita tetap melaksanakan dan istiqomah dalam hal perjungan para santri, termasuk ASN yang notabene mayoritas santri dari alumni pesantren,” ucapnya.

Mustafa berharap, zikir dan doa bersama akan memperkuat komitmen Kemenang dalam menciptakan ekosistem pendidikan agama yang ideal. Tidak hanya secara akademik, tetapi berkarakter dan punya moralitas tinggi.

“Sebagai moderasi beragama di lingkungan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Mmauju,” pungkas Mustafa.

error: Content is protected !!