Tindaklanjuti Kebijakan Bupati, Dispusip Mamuju Undang Gema Difabel Bahas SOP Layanan Perpustakaan dan Arsip Ramah Disabilitas

waktu baca 2 menit
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamuju saat membahas penyusunan SOP layanan perpustakaan dan kearsipan yang ramah disabilitas.

Mamuju – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Mamuju terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang merata tanpa diskriminasi.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya rencana penyusunan Standar Operasional Prosedur atau SOP layanan perpustakaan dan kearsipan yang ramah disabilitas.

SOP tersebut merupakan tindaklanjut dari kebijakan Bupati Mamuju, Dr. St. Suhardi yang menghendaki Perpustakaan Mamuju yang inklusif. Mudah diakses dan nyaman bagi masyarakat berkebutuhan khusus, baik dari aspek sarana dan prasarana maupun pelayanan.

Memaksimalkan pedoman itu, Dispusip Mamuju kemudian mengundang pengurus Gerakan Mandiri (Gema) Difabel Sulbar untuk mendiskusikan draf awal SOP, sore tadi.

Pelibatan Gema Difabel dianggap penting agar SOP yang disusun lebih komprehensif dan mengakomodasi seluruh aspirasi serta kebutuhan difabel tanpa terkecuali. Ini juga merupakan janji Dispusip Mamuju untuk melibatkan mereka dalam penyusunannya.

Kepala Dispusip Mamuju, M. Fausan Basir menjelaskan, SOP tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada penyandang disabilitas. Tidak hanya sebagai dokumen, tetapi wujud dari komitmen untuk membuka ruang yang seluas-seluasnya kepada masyarakat untuk mengakses ilmu pengetahuan.

“Kita berupaya memberikan pelayanan yang inklusi, berdasarkan perspektif dari teman-teman penyandang disabilitas,” ucap Fausan.

Menurutnya, kehadiran Gema Difabel menjadi landasan fundamental untuk membuat pelayanan di perpustakaan dan kearsipan benar-benar inkusi dari sudut pandang difabel.   

“Tidak berdasarkan perspektif kami (Dispusip, red), karena jangan sampai kami merasa sudah ramah disabilitas, tapi bagi mereka itu belum. Itulah mengapa kita melibatkan teman-teman dari Gema Difabel. Insyaallah minggu depan sudah kami rampungkan,” terangnya.

Ketua Gema Difabel, Shafaruddin Syam mengapresiasi langkah Dispusip Mamuju yang berupaya membuat perpustakaan inklusif dengan menyusun SOP tersebut. Apalagi, menurut dia, baru Dispusip Mamuju yang membuat SOP tersebut.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi sekali apa yang dilakukan Pak Kadis betul-betul ingin melihat bagaimana agar perpustakaan ini bisa diakses oleh teman-teman difabel,” sebut Shafaruddin.

Shafaruddin menjelaskan, harapan besar Dispusip Mamuju ingin daerah ini menjadi literat patut didukung. Tentunya, kata dia, untuk mewujudkan itu dengan menyediakan akses yang merata bagi seluruh masyarakat.

“Termasuk melibatkan organisasi-organisasi penyandang disabilitas untuk memberikan input seperti apa SOP layanan yang inklusif bagi teman-teman dengan semua ragam disabilitas,” pungkasnya.

error: Content is protected !!