Skandal Korupsi “Hidangan Meja Makan” DPRD Mamuju Naik Sidik, Aktor Intelektual Segera Ditetapkan
Mamuju – Tabir gelap yang menyelimuti dugaan penyelewengan dana konsumsi di DPRD Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat segera tersingkap.
Penyidik Subdit Tipikor Ditkrimsus Polda Sulbar telah memberi sinyal kuat pada kasus dugaan korupsi makan minum tahun anggaran 2022 itu.
Persoalan “perut” wakil rakyat sekira Rp900 juta ini telah resmi naik ke tahap penyidikan. Aktor intelektual di balik skandal ini pun akan segera diumumkan ke publik, tepat setelah pergantian tahun.
“Penetapan tersangka akan dilangsungkan habis tahun baru,” beber Dirkrimsus Polda Sulbar, Kombes Pol. Oik Abdul Azis kepada sejumlah media, Selasa (23/12).
Penyidik masih menunggu dokumen krusial lain untuk memperkuat bukti dugaan korupsi itu. Dokumen tersebut tidak lain adalah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kerugian negara dari Inspektorat Kabupaten Mamuju.
Belum keluarnya angka pasti dari Inspektorat menjadi alasan formal, mengapa penyidik masih menyimpan rapat nama yang akan bertanggung jawab.
“Nanti setelah ada hasilnya (perhitungan, red) baru diumumkan kepada publik. Namun, melihat potensi kerugian negara, kemungkinan besar ini adalah total loss,” sebutnya.
Direktur Inspektorat Kabupaten Mamuju, Muhammad Yani mengungkapkan, kasus tersebut merupakan hasil temuan BPK tahun 2023 terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Mamuju tahun 2022.
Masuknya temuan itu ke meja penyidik lantaran tidak dipenuhinya rekomendasi BPK sesuai batas waktu yang telah ditentukan.
“Temuan makan minum ini ada dalam LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan, red) BPK tahun 2023 terhadap LKPD tahun 2022. Jadi kasusnya di tahun 2022,” ungkap Yani.
Kata Yani, Inspektorat dan penyidik pun telah melakukan ekspos bersama terhadap kasus tersebut di awal Desember ini. Dalam gelar perkara itu, penyidik dan Inspektorat perlu melengkapi dokumen teknis untuk memenuhi unsur formil dan materil perhitungan keuangan negara.
“Secara umum data sudah ada. Inspektorat dan pihak penyidik sudah saling koordinasi dan komunikasi dalam rangka pemenuhan data-data yang dibutuhkan,” pungkasnya.




