Pantau Pos PAM Terpadu, Pemprov Sulbar Hadir Jaga Damai Natal dan Tahun Baru

waktu baca 3 menit
Gubernur Sulbar Suhardi Duka saat meninjau rumah ibadah yang melaksanakan Natal di Kabupaten Mamuju, Rabu malam (24/12).

Mamuju – Di tengah sukacita Natal dan harapan menyambut Tahun Baru, pesan damai dan empati menjadi napas utama yang diusung Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Rabu malam (24/12), Gubernur Sulbar Suhardi Duka turun langsung meninjau Pos Pengamanan (Pos PAM) Terpadu di sejumlah titik strategis Kota Mamuju, memastikan perayaan Nataru 2025–2026 berlangsung aman, tertib, dan penuh rasa kemanusiaan.

Peninjauan dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sebagai simbol hadirnya negara di ruang-ruang publik saat masyarakat merayakan momen keagamaan dan pergantian tahun. Dalam suasana malam yang ramai namun terkendali, rombongan menyusuri beberapa Pos PAM, mulai dari Simpang Tiga Polsek Kota, Jalan Poros Mamuju–Kalukku, Anjungan Pantai Manakarra, hingga Terminal Simbuang Mamuju.

Gubernur Suhardi Duka hadir didampingi Wakil Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi, Sekretaris Daerah Sulbar Junda Maulana, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala OPD. Kehadiran lintas institusi ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan publik selama arus Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Secara analitis, Pos PAM yang didirikan tidak sekadar berfungsi sebagai pos jaga, melainkan sebagai pusat kendali terpadu. Di dalamnya terlibat unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga tenaga kesehatan, yang bekerja dalam satu sistem koordinasi.

“Pos pengamanan ini bersifat terpadu. Ada polisi, TNI, Satpol PP, perhubungan, hingga tenaga kesehatan. Semuanya untuk memastikan aspek keamanan, ketertiban lalu lintas, kamtibmas, dan layanan kesehatan berjalan optimal,” ujar Suhardi Duka.

Ia menegaskan, dalam situasi darurat, Pos PAM menjadi simpul utama pengambilan keputusan cepat, termasuk pengaturan ambulans dan rujukan rumah sakit.

“Jika terjadi sesuatu, semua terkendali dari pos ini. Ambulans dan rumah sakit bisa segera diarahkan ke lokasi. Ini sangat membantu pemerintah daerah karena sistemnya terintegrasi,” jelasnya.

Namun, lebih dari sekadar pengamanan teknis, Gubernur Sulbar juga menyampaikan pesan moral menjelang pergantian tahun. Ia mengimbau masyarakat untuk merayakan Tahun Baru secara sederhana, dengan tetap menjaga empati terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah dilanda bencana, khususnya di wilayah Sumatra.

“Kita tentu bersyukur atas capaian 2025 dan optimis menyambut 2026. Tapi kita juga harus tenggang rasa. Gembira boleh, namun jangan berlebihan, karena ada saudara kita yang sedang berduka akibat bencana,” pesannya.

Sebagai wujud nyata solidaritas, Pemerintah Provinsi Sulbar bersama Forkopimda berencana mengisi malam pergantian tahun dengan doa bersama di Masjid Suada Mamuju, menjadikan refleksi spiritual sebagai penanda awal tahun baru.

Sementara itu, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan seluruh Pos PAM pada prinsipnya telah siap beroperasi, meski masih terdapat beberapa catatan teknis yang segera ditindaklanjuti.

“Alhamdulillah, setelah kami keliling ke gereja dan pos pengamanan, semuanya sudah lengkap. Ada satu titik yang belum ada petugas kesehatan karena faktor jam malam, tapi insya Allah akan segera kami lengkapi,” ungkapnya.

Ia berharap perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 di Kabupaten Mamuju dapat berjalan aman, kondusif, dan tanpa insiden, sehingga masyarakat dapat menikmati momen kebersamaan dengan rasa tenang.

“Mudah-mudahan masyarakat bisa menikmati malam pergantian tahun dengan aman, nyaman, dan tertib,” tutupnya. (Rls)

error: Content is protected !!