Ramadan Tak Kendurkan Layanan, Perpusip Sulbar Tetap Buka di Hari Libur demi Kejar Literasi Warga

waktu baca 2 menit

Mamuju – Bulan suci Ramadan sering membuat ritme aktivitas publik melambat. Namun Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat memilih jalur sebaliknya. Layanan perpustakaan tetap berjalan pada Sabtu (21/02/2026), saat banyak kantor menutup layanan akhir pekan.

Langkah itu menegaskan satu pesan bahwa akses literasi tidak boleh ikut libur. Perpusip Sulbar membuka layanan pukul 10.00–14.00 WITA di Gedung Layanan Dinas Perpusip Sulbar. Warga yang menjalankan puasa tetap mendapat ruang untuk membaca, meminjam buku, dan menyelesaikan tugas tanpa harus menunggu hari kerja.

Keputusan membuka layanan pada Sabtu terasa strategis. Banyak pelajar dan mahasiswa justru punya waktu lebih longgar akhir pekan. Ramadhan juga menghadirkan jeda panjang menjelang berbuka. Perpusip Sulbar memanfaatkannya sebagai momen mengarahkan “ngabuburit” ke aktivitas produktif.

Kepala Bidang Layanan dan Pengembangan Bahan Pustaka Perpusip Sulbar, Andi Suryani, menekankan kebijakan itu sebagai bentuk jemput bola. Ia menilai tidak semua warga bisa mengakses perpustakaan pada hari kerja.

“Kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat yang mungkin memiliki keterbatasan waktu dari Senin hingga Jumat. Di bulan Ramadhan ini, perpustakaan bisa menjadi sarana positif untuk ‘ngabuburit’ yang bermanfaat,” ungkapnya.

Sejak pagi, arus pengunjung tampak ramai. Sebagian memilih membaca di ruang layanan. Yang lain langsung mencari bahan rujukan dan meminjam buku. Suasana itu menjadi indikator sederhana: minat baca tidak hilang, hanya butuh akses dan waktu yang tepat.

Perpusip Sulbar menilai layanan konsisten menjadi kunci membentuk kebiasaan. Perpustakaan tidak sekadar menyimpan buku. Tempat ini ikut berperan sebagai pusat belajar sepanjang hayat, sekaligus ruang aman untuk memperkuat kapasitas diri, terutama bagi generasi muda.

Kebijakan layanan akhir pekan juga sejalan dengan arah pembangunan daerah. Perpusip Sulbar mengaitkannya dengan upaya mewujudkan masyarakat Sulbar yang cerdas, religius, dan berdaya saing, selaras dengan visi Sulbar Maju dan Sejahtera yang digagas Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga.

Untuk mendukung kebutuhan pemustaka, Perpusip Sulbar menyiapkan fasilitas yang bisa langsung dimanfaatkan pengunjung, antara lain:

  • Koleksi beragam: ribuan judul buku cetak dan koleksi digital.

  • Ruang baca nyaman: suasana sejuk dan kondusif untuk fokus.

  • Layanan digital: Wi-Fi gratis untuk riset dan tugas.

  • Pendampingan petugas: bantuan peminjaman dan pencarian referensi.

Di tengah Ramadhan, Perpusip Sulbar memberi contoh bahwa pelayanan publik tetap bisa bergerak cepat. Ketika banyak ruang publik meredup, perpustakaan justru menyalakan lampu. Literasi, pada akhirnya, memang tidak mengenal musim.

error: Content is protected !!
Play sound