Buku Menyapa Akhir Pekan, Strategi Literasi Baru Perpusip Sulbar
Mamuju – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat memilih jalur berbeda dalam membangun budaya baca. Saat ruang publik ramai pada akhir pekan, perpustakaan justru ikut membuka pintu lebih lebar.
Layanan wisata pustaka kini aktif setiap Sabtu dan Minggu, menargetkan masyarakat yang ingin libur tanpa meninggalkan nilai edukasi. Langkah ini menandai perubahan cara pandang.
Perpustakaan tidak lagi sekadar ruang arsip, tetapi bagian dari denyut aktivitas warga. Perpusip Sulbar memanfaatkan akhir pekan sebagai ruang strategis untuk mendekatkan buku dengan publik.
Kepala Dinas Perpusip Sulbar, Mustari Mula, menegaskan inovasi menjadi syarat utama agar perpustakaan tetap relevan di tengah perubahan pola rekreasi masyarakat.
“Perpustakaan harus terus berinovasi untuk menarik minat kunjungan, khususnya pada hari libur Sabtu dan Minggu. Ini menjadi momentum yang tepat bagi siswa dan mahasiswa untuk memanfaatkan hari libur dengan kegiatan yang produktif dan edukatif di perpustakaan,” ujar Mustari Mula, Rabu (7/1).
Ia menyebut kebijakan ini sejalan dengan Gerakan Sulbar Mandarras. Sebuah program literasi yang digagas Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga. Program ini mendorong literasi sebagai fondasi pembangunan manusia.
“Melalui Gerakan Sulbar Mandarras, kami mendorong perpustakaan hadir lebih dekat dengan masyarakat. Perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang belajar, ruang interaksi, dan ruang tumbuhnya kreativitas,” jelasnya.
Perpusip Sulbar tidak berhenti pada pembukaan layanan. Dinas ini menyusun Festival Literasi sebagai magnet kunjungan. Agenda tersebut menggabungkan membaca bersama, diskusi buku, lomba literasi, hingga aktivitas kreatif anak yang melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas, dan keluarga.
Mustari menilai keluarga memegang peran sentral dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini. Karena itu, perpustakaan diarahkan sebagai tujuan rekreasi edukatif.
“Kami ingin perpustakaan menjadi destinasi wisata edukatif keluarga. Orang tua dapat mengajak anak-anaknya berkunjung ke perpustakaan, membaca buku, mengikuti kegiatan literasi, dan mengisi waktu libur dengan aktivitas yang bermanfaat,” tambahnya.
Layanan akhir pekan mencakup baca di tempat, koleksi anak dan remaja, ruang diskusi, serta pojok literasi berbasis budaya lokal. Perpusip Sulbar juga membawa literasi ke ruang terbuka, termasuk kawasan Pantai Pelabuhan Feri Simboro, Mamuju, setiap Sabtu dan Minggu sore.
Strategi ini memperlihatkan arah baru pengelolaan perpustakaan daerah. Perpusip Sulbar tidak menunggu pembaca datang, tetapi aktif menjemput publik dan menjadikan literasi bagian dari gaya hidup akhir pekan.




