Satpol PP Sosialisasi Operasi Tertib Pelajar di Pasangkayu dan Mateng

waktu baca 2 menit

Pasangkayu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mulai menekan pelanggaran disiplin pelajar dari hulu.

Satpol PP dan Damkar Sulbar bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Sosialisasi Operasi Tertib Pelajar untuk siswa SMA/SMK di Kabupaten Pasangkayu dan Kabupaten Mamuju Tengah, 22–23 Februari 2026.

Agenda itu mengusung target besar, yakni menyiapkan generasi emas Sulbar sekaligus membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter sejalan dengan misi Gubernur Suhardi Duka. Namun, pesan utamanya jelas dan keras, sekolah tidak boleh kalah oleh bolos, kenakalan remaja, dan perilaku berisiko.

Kegiatan berlangsung di aula SMA Negeri 1 Pasangkayu. Perwakilan Dinas Pendidikan, Satpol PP Pasangkayu, pihak sekolah SMA/SMK sederajat, para guru, serta orang tua siswa ikut hadir. Format ini sengaja melibatkan tiga pilar pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, dan pemerintah.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah, Dermawan, menegaskan sosialisasi ini berfungsi sebagai langkah pencegahan. Ia menilai pembinaan lebih efektif daripada penindakan saat masalah sudah membesar. Dermawan menyoroti ancaman pergaulan bebas dan kenakalan remaja sebagai pintu masuk berbagai pelanggaran.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini masyarakat dan orang tua mengetahui bahwa Satpol PP memiliki tugas mewujudkan tertib pendidikan sesuai Perda Sulawesi Barat Nomor 2 Tahun 2024. Di dalamnya, tercantum larangan bagi pelajar atau siswa berada di luar sekolah pada jam belajar tanpa izin, membawa sajam, miras, narkotika, serta melakukan tindakan kriminal,” jelas Dermawan.

Ia menambahkan, kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah dan instruksi guru menjadi kunci untuk mengangkat mutu pendidikan. Pemerintah juga mengaitkan operasi ini dengan upaya menekan angka putus sekolah, yang sering berawal dari kebiasaan bolos dan pelanggaran disiplin berulang.

“Manfaat Operasi Tertib Pelajar ini banyak, mulai dari sisi keamanan hingga kesehatan, seperti mengurangi risiko tawuran, mencegah bahaya paparan zat adiktif, memberikan ketenangan bagi orang tua, serta membiasakan siswa disiplin waktu,” ucapnya.

Kepala Satpol PP dan Damkar Sulbar, Aksan Amrullah, menekankan satu syarat utama agar program tidak berhenti sebagai slogan: kolaborasi. Ia menyebut sekolah tidak bisa memikul beban sendiri, begitu pula aparat. Keluarga, kata dia, harus ikut mengunci pintu pelanggaran dari rumah.

“Dukungan orang tua dan pendidik sangat penting untuk menekan tingkat pelanggaran siswa. Kami berharap kerja sama ini terus terjalin demi membentuk generasi muda Sulbar yang berkarakter,” tandas Dermawan.

Play sound