Bingkisan Lebaran Kapolda Sulbar, Apresiasi dan Sentuhan Kebahagiaan Bulan Ramadan

waktu baca 2 menit

Mamuju — Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyalurkan bingkisan Lebaran untuk personel, PNS Polri, mitra kerja, hingga masyarakat warakauri.

Langkah ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga pesan moral. Apresiasi perlu hadir, sementara kesiapsiagaan tetap wajib terjaga menjelang arus mudik dan Operasi Ketupat.

Kapolda menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan penerima saat apel pagi, Kamis, 5 Maret 2026 di Lapangan Tribrata Mapolda Sulbar. Penerima mencakup personel kepolisian, PNS Polri, mitra kerja seperti wartawan dan PHL, serta warakauri.

Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan Idulfitri memang menghadirkan suasana hangat, namun tugas pelayanan dan pengamanan tidak boleh kendor. Ia menyebut bingkisan ini sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras personel dan semua pihak yang menopang tugas kepolisian.

“Ini adalah bentuk apresiasi dan rasa terima kasih kami atas dedikasi, kerja keras dan pengorbanan rekan-rekan,” tutur Kapolda.

Kapolda juga menilai pembagian bingkisan pada Ramadan sebagai tradisi yang baik. Ia berharap bingkisan itu memberi manfaat bagi penerima. Pada saat yang sama, ia mengingatkan agar personel tidak membandingkan bingkisan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya dan tetap mensyukuri apa yang ada.

Dalam wawancara bersama TVRI, Kapolda menekankan dimensi lain dari pemberian ini: peningkatan motivasi menjelang tugas pengamanan Lebaran yang biasanya menguras tenaga dan waktu.

“Alhamdulillah, hari ini kami memberikan satu bentuk perhatian berupa bingkisan kepada personel. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi personel, terutama menjelang Operasi Ketupat.”

Pada momen yang sama, Kapolda menggarisbawahi pentingnya pengamanan selama musim mudik. Ia menyinggung kejadian kebakaran rumah di Polewali Mandar (Polman) yang terjadi karena pemilik meninggalkan rumah saat mudik. Peristiwa semacam itu, menurutnya, menjadi peringatan bahwa mudik tidak hanya soal perjalanan aman, tetapi juga soal perlindungan aset dan lingkungan tempat tinggal.

Kapolda lalu mengajak masyarakat mengambil peran aktif menjaga keamanan. Ia mendorong warga menjadi “polisi bagi diri sendiri”, tetap waspada, dan tidak membiarkan rumah kosong tanpa pengawasan ketika mudik.

“Laporkan rencana mudik kepada petugas agar kami dapat melakukan patroli di sekitar rumah yang ditinggalkan. Kendaraan juga dapat dititipkan di kantor polisi terdekat dan kami siap menjaganya,” tutup Kapolda.

Pembagian bingkisan ini akhirnya memuat dua pesan sekaligus: apresiasi untuk kerja yang sudah berjalan, dan penguatan disiplin serta kewaspadaan jelang periode rawan pada Lebaran. Polisi dan masyarakat, menurut Kapolda, perlu bergerak sebagai satu barisan agar Ramadan dan Idulfitri berlangsung aman dan nyaman.

error: Content is protected !!
Play sound