Gubernur Sulbar Buka Ruang Aspirasi, Kerajaan Balanipa Sampaikan Suara di Momentum Lebaran
Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka memanfaatkan momentum Idulfitri untuk memperkuat komunikasi lintas elemen, termasuk membuka ruang aspirasi bagi masyarakat adat.
Dalam silaturahmi yang berlangsung di rumah jabatan gubernur, Minggu (22/3/2026), perwakilan Kerajaan Balanipa turut menyampaikan pandangan langsung kepada pemerintah provinsi.
Pertemuan yang menghadirkan enam pemerintah kabupaten se-Sulbar itu awalnya berlangsung sebagai ajang halal bihalal. Namun, forum berkembang menjadi ruang dialog yang lebih luas antara pemerintah dan unsur masyarakat.
“Alhamdulillah, enam pemerintah kabupaten kita sudah bersilaturahmi. Kita saling memaafkan, mungkin ada dosanya gubernur, ada dosanya bupati, kita saling memaafkan,” ujar Suhardi Duka.
Kehadiran Kerajaan Balanipa menjadi penutup rangkaian kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan kerajaan menyampaikan aspirasi yang langsung mendapat respons dari gubernur.
“Dan ditutup tadi oleh Kerajaan Balanipa yang juga menyampaikan aspirasinya. Kita sambut dengan baik,” katanya.
Suhardi menegaskan, pemerintah provinsi membuka diri terhadap setiap masukan, termasuk dari tokoh adat. Ia menilai peran masyarakat adat tetap strategis dalam menjaga keseimbangan sosial dan arah pembangunan daerah.
Menurutnya, komunikasi yang terbangun tidak boleh berhenti pada seremoni. Pemerintah perlu mengolah aspirasi menjadi kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Silaturahmi Idulfitri ini sekaligus memperlihatkan upaya Pemprov Sulbar merawat sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas adat. Di tengah dinamika pembangunan, pendekatan inklusif dinilai penting untuk menjaga persatuan sekaligus memperkuat legitimasi kebijakan di tingkat lokal.





